23 May 2024, 23:11

Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia Jadi Perantara Suap Bos PT DPP

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito didakwa menyuap Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo sebesar USD 103 ribu dan Rp 706 juta. Suharjito menyuap Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak perantara, salah satunya adalah Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswandi Pranoto Loe.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan terdakwa Suharjito yang dibacakan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.

Selain Komisaris PT PLI, perantara suap lainnya yakni, Safri dan Andreau Misanta Pribadi selaku stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Amiril Mukminin selaku sespri Edhy Prabowo, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi sebagai anggota DPR sekaligus istri Edhy Prabowo.

“Memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi sesuatu berupa uang seluruhnya USD103.000,00 dan Rp 706.055.440,00 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah-jumlah tersebut, kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yaitu kepada Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Menteri KP-RI),” ungkap jaksa KPK, Ali Fikri.

“Melalui Safri selaku Staf Khusus Menteri KP-RI, Amdreau Misanta Pribadi selaku Staf Khusus Menteri KP-RI, Amirl Mukminin selaku Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo, Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi (Anggota DPR-RI sekaligus istri Edhy Prabowo) dan Siswandhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT. Aero Citra Kargo (PT ACK),” sambungnya.

Menurut jaksa, pemberian suap oleh Suharjito kepada Edhy melalui lima orang itu dengan tujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020. Dikatakan Jaksa, uang tersebut diperuntukkan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi.

“Dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu supaya Edhy Prabowo melalui Andreau Misanta Pribadi dan Safri mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin budidaya sebagai salah satu syarat pemberian izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL) kepada PT DPPP,” kata dia.

Atas perbuatannya, Suharjito didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Endus Dugaan Gratifikasi Jatimpark Group ke Pejabat Kota Batu Malang

Read Next

PT Perishable Logistics Indonesia Beli Jacob & Co untuk Edhy Prabowo