23 May 2024, 23:13

Kesaksian Penerima Bansos Kemensos: Pilih Sembako Ketimbang Uang

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Keluarga penerima bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 menerima maanfaat atas bansos tersebut. Penerimaan bansos dalam bentuk paket sembako dinilai lebih efektif dan bermanfaat dibandingkan dalam bentuk tunai.

“Lebih bermanfaat sembako pak, karena saya kan menerima juga ya bantuan yang dari Kemensos dan dari pos itu, kadang kalau saya habis terima yang bantuannya uang, besok langsung dihabiskan beli anak jajan, beli kuota gitu. Jadi kalau yang berupa sembako kan ya bisa memasak beras, memasak ala kadarnya beras gitu,” ucap
Warga Keluruhan Duku Selatan, Koja, Jakarta Utara, Lusia Rahmawati saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pengadaan bansos dengan terdakwa Harry Van Sidabukke

Pernyataan senada juga disampaikan oleh saksi lainnya yakni, Rumiah, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/4/20218). Warga Kelurahan Duku Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini mengungkapkan, lebih memilih penerimaan bansos dalam bentuk paket sembako, dibandingkan dalam bentuk tunai.

“Jadi bagi saya, mendingan bansos (paket sembako) karena semuanya ada, entah ada mie, entah beras itu sangat membantu,” ungkap Rumiah.

Rumiah dalam kesaksiannya tak lupa menghaturkan rasa terima kasih atas maanfaat penerimaan paket bansos penanganan Covid-19.

“Bagi saya yang menerima bansos, sangat berterima kasih atas bantuan itu,” tutur Rumiah.

Sementara itu, saksi lainnya, Direktur PT. Hamonangan Sude, Rajif Bachtiar Amin mengungkapkan soal kesaktian terdakwa Harry Van Sidabukke. Tak hanya Harry, Matheus Joko disebut juga punya kesaktian sebanding.

Diceritakan Rajif, anak buahnya saat itu sempat mengeluh kesulitan untuk mendapat tanda tangan dari Matheus Joko Santoso (MJS) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bantuan sosial di Kemensos. Akan tetapi, tanda tangan itu akan dengan mudahnya didapat saat terdakwa Harry Van Sidabukke yang memintanya.

“Pernah tidak stafnya saksi bernama Siska mengeluh tidak pernah mendapat tanda tangan Pak Joko, kecuali Harry yang meminta?,” tanya terdakwa Harry Van Sidabukke.

Diakui Rajif, tanda tangan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) itu sulit didapatkan. Namun tidak sulit jika Harry yang meminta tanda tangan ke Matheus Joko Santoso.

“Pernah, saya lupa pastinya. Kayaknya lebih dari satu kali,” kata Rajif.

Rajif kembali menegaskan, Matheus Joko Santoso dengan mudahnya menandatangan surat pengadaan bansos di Kemensos jika diminta langsung oleh Harry.

“Jadi betul harus saya ya yang mintakan?,” cecar Harry.

“Iya betul,” jawab Rajif.

Diketahui, Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke sebelumnya didakwa menyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara dengan total Rp 3,2 miliar. Suap tersebut diduga untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Terungkap Kedekatan Matheus Joko dan Harry di Proyek Bansos, dari Tanda Tangan Hingga Karaoke

Read Next

Operator Ihsan Yunus Disebut Berperan Bagi Kuota Proyek Bansos Covid-19