22 January 2022, 16:11

Kepemimpinan Airlangga di Golkar Dinilai Minus, Ini Enam Catatannya

Konferensi Pers GMPG

Konferensi Pers GMPG

daulat.co – Kepemimpinan Airlangga Hartarto di Golkar dievaluasi. Hasilnya, minus. Airlangga yang terpilih tepat 5 tahun 53 hari pada hari ini, 13 Januari 2022, dinilai telah gagal menahkodai partai berlambang pohon beringin sejak 20 Desember 2017.

Dari tujuh agenda yang ditetapkan DPP Partai Golkar dibawah tagline ‘Golkar Bersih’, nyaris kesemuanya tidak berjalan dengan baik. Hal itulah yang kemudian membuat Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) melayangkan ‘surat cinta’ atas kegagalan Airlanggar Hartarto dimaksud.

“Fakta (Golkar Bersih; red) yang terlihat adalah sebaliknya,” tegas Sirajudin Abdul Wahab dalam konferensi pers bersama sejumlah inisiator GMPG di salah satu kafe di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 13 Januari 2022.

GMPG memberikan sedikitnya 6 catatan kritis kepemimpinan Airlangga Hartarto. Pertama, GMPG menyebut citra Golkar menjadi rusak karena tagline Golkar Bersih hanya sebatas wacana.

Kepemimpinan Airlangga disebutkan Sirajudin lebih menegasikan citra Golkar yang eksklusif, oligarkis dan birokratis. Sebab dalam kenyataannya banyak kader partai baik di eksekutif maupun legislatif terjerat kasus korupsi.

Kedua, elektabilitas mengalami stagnasi dan terus menurun. Dimana elektabilitas tertinggi terakhir hanya tercatat 10.8 persen. Hal itu dibuktikan pula dengan perolehan kursi hasil Pemilu dari 14,75 persen pada 2014 menjadi 12,31 persen pada 2019.

Selain elektabilitas partai, elektabilitas Airlangga yang cuma nol koma juga menjadi catatan GMPG. Gambar-gambar besar yang dipajang di berbagai daerah di Indonesia sebagaimana instruksi DPP Golkar tidak memberi dampak signifikan. Ini catatan ketiga.

Catatan keempat, Sirajudin mengutip pernyataan Abu Rizal Bakri. Bahwa elektabilitas partai adalah buah dari tertibnya konsolidasi. Namun sekarang dibawah Airlangga justru sepi konsolidasi. Kelima, mesin partai dan kaderisasi tidak berjalan maksimal.

Terakhir, GMPG menyatakan bahwa Golkar saat ini sedang tidak baik-baik saja. Imbauan Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan agar kader menjaga soliditas merupakan penanda internal Golkar dalan keadaan rentan.

“Secara internal partai dalam kondisi rentan perpecahan dan konflik. Sebab polarisasi dan faksnasi masih tetap ada walaupun tidak mengemuka,” tutup Sirajudin seraya menambahkan GMPG akan menggelar roadshow ke senior-senior Golkar untuk menyampaikan enam catatan tersebut.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Pembentukan BLU Pengganti PLN Batubara Harus Dikaji Mendalam

Read Next

Vaksin Gratis Adalah Hak Masyarakat