21 May 2024, 23:39

Kemiskinan Petani di Jateng Tinggi, Organ Sayap PDIP Ingatkan Ganjar Turun & Perjuangkan Nasib Wong Cilik

daulat.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DPD Repdem Jawa Tengah mengingatkan Gubernur Ganjar Pranowo bahwa angka atau tingkat kemiskinan petani di Propinsi Jawa Tengah masih sangat tinggi. Repdem diketahui merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan (PDIP).

“Kemiskinan petani di Jateng masih tinggi, Pak Gubernur,” demikian pengantar rilis DPD Repdem sebagaimana disampaikan Ketua M Fadlil Kirom, Selasa 25 Mei 2021.

Ia menyampaikan, Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Repdem Jateng secara khusus menyoroti tingginya angka kemiskinan petani di Jateng dan menyampaikan beberapa rekomendasi eksternal kepada Gubernur Ganjar.

“Bahwa Sektor pertanian merupakan sektor yang turut memegang peranan penting bagi perekonomian Jawa Tengah. Sektor ini berkontribusi menyumbang terhadap Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB). Sayangnya, Hingga kini, sektor pertanian di Jateng belum mampu memberikan kesejahteraan bagi kehidupan para petani,” tegas Kirom.

Menurut Undang-undang No 11 Tahun 2009, lanjut dia, bahwa kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan
mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Tentunya, menjadi kewajiban Pemprov Jateng untuk melaksanakan mandat pengurangan kemiskinan petani di Jawa Tengah.

“Kami menemukan fakta hingga hari ini angka kemiskinan petani di Jateng masih tinggi, terjadi penurunan persentase sektor pertanian terhadap PDRB, terjadi konversi lahan pertanian ke non pertanian,” sebut Kirom.

Kemudian tidak efektifnya sistem penyuluhan petani, adanya kesulitan petani dalam mengakses permodalan melalui perbankan, lemahnya peran Perusda yang menangani bidang pangan,
kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan hingga regenerasi petani yang belum efektif.

“Kami mengingatkan dan meminta keseriusan Gubernur Jateng dalam
upaya mengentaskan kemiskinan petani di Jawa Tengah,” ucap dia.

Menurutnya, masih ada waktu 2,5 tahun bagi Gubernur untuk melakukan perbaikan nasib petani Jawa Tengah sesuai dengan target angka kemiskinan Jawa Tengah pada tahun 2023 sebesar 7,48 persen.

“Terakhir, di tengah pandemi Covid-19-19 ini, sebagai Gubernur yang diusung oleh Partai PDI Perjuangan wajib memprioritaskan program dan meluangkan waktunya untuk turun ke lapangan dalam rangka memperbaiki nasib wong cilik,” pungkas Fadlil Kirom.

(Sumitro)

Read Previous

Bersaksi di Sidang Etik Penyidik Robin, Azis Syamsuddin Siap Ikuti Proses Yang Ada

Read Next

Percepat Pembangunan Sumbar, Andre Rosiade Fasilitasi Enam Kada Temui Dirut PT KAI