15 June 2024, 07:58

Kemenag Segera Bagikan Buku Manasik Haji

daulat.co – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Al mengatakan bahwa Kementerian Agama akan mempercepat pencetakan dan pengiriman Buku Paket Manasik Haji. Hal itu disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kualitas Bimbingan Manasik Haji di Jakarta, Selasa (5/11). 

“Tahun 2019, jemaah sudah menerima Paket Buku Manasik pada bulan Maret. Mudah-mudahan tahun 2020, jemaah bisa lebih cepet lagi menerima buku tersebut, yaitu pada Januari atau Februari,” ujar Nizar Ali.

Rencana percepatan pembagian Buku Paket Manasik Haji ini menurut Nizar sejalan dengan program Kementerian Agama yang mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun peningkatan kualitas manasik haji. FGD yang digelar, diharapkan Nizar dapat mendukung upaya percepatan pencetakan dan pengiriman Buku Manasik. 

“Harapan kami dalam forum ini Bapak dan Ibu bisa menyampaikan masukannya untuk perbaikan dan peningkatan kualitas buku manasik ini yang akan dicetak tahun ini. Ini penting sebagai pola penyusunan dan klasifikasi bimbingan manasik yang akan diberikan kepada jemaah haji,” ujar Nizar.

Nizar berpesan ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku manasik haji, yaitu: fakta, peristiwa sejarah, konsep atau hasil pemikiran, prinsip (kaidah), prosedur, dan sirap (nilai). Buku Manasik Haji yang disusun juga diharapkan Nizar dapat menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami. 

“Tidak perlu menggunakan bahasa yang akademis. Gunakan bahasa-bahasa yang populer, yang bisa dipahami jemaah haji,”pesan Nizar. 

Selain percepatan pencetakan buku, upaya peningkatan kualitas manasik juga dilakukan melalui serangkaian program. Pertama, Kemenag akan meningkatkan keterlibatan Ketua Rombongan (Karom) dalam bimbingan manasik. Kedua, melakukan manasik haji sepanjang tahun. 

Ketiga,melakukan pengkloteran lebih cepat. Pembentukan kloter ini menurut Nizar dilakukan lebih cepat untuk mengetahui profil jemaah haji lebih dini. “Dengan demikian, kita dapat lebih cepat mengetahui latar belakang pendidikan dan kemampuan jemaah,” ujar Nizar. 

Read Previous

KPK Dalami Aliran Suap Perdagangan Minyak dari Eks Bos PES

Read Next

Komisi IV Minta Kesejahteraan Buruh Tani Ditingkatkan