27 January 2021, 19:26

Kembangkan Suap Benur Lobster, KPK Isyaratkan Jerat Istri Edhy Prabowo

Edhy Prabowo

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mengembangkan kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur lobster.

Bahkan lembaga antikorpsi tak segan tersangka baru lainnya, termasuk menjerat Iis Rosita Dewi (IRD), istri dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

“Tidak tertutup kemungkinan nanti di dalam pengembangan-pengembangan selanjutnya, atau pada tahapan tahapan selanjutnya, bisa saja ada penambahan atau pun tetap seperti itu,” ujar Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, Kamis (26/11/2020).

Dalam kasus itu, KPK baru menjerat tujuh tersangka. Yakni, Menteri KKP, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri KKP, Safri (SAF); Staf khusus Menteri KKP, Andreau Pribadi Misata (APM); Pengurus PT ACK, Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri KKP, Ainul Faqih (AF); dan Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Isyarat bakal dijeratnya Rosita Dewi menguat lantaran stafnya Ainul Faqih telah ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi, sebagaian uang yang diterima digunakan untuk keperluan pribadi seperti membeli jam tangan Rolex, tas Tumi, tas Louis Vuitton, hingga baju Old Navy.

KPK sudah mengendus adanya dugaan aliran uang suap yang digunakan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah saat lawatan ke Hawai, Amerika Serikat. Uang itu diduga hasil suap terkait perizinan benur lobster.

Diketahui, sebagian uang dugaan suap atau Rp 3,4 miliar pada 5 November 2020 ditransfer ke rekening Ainul Faqih untuk keperluan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi, Safri, Andreau seperti belanja, perjalanan ke Honolulu, Hawai.

“Jawaban kami ini sudah dimaksudkan untuk soal adanya istri yang kemudian tidak terseret dan lain sebagainya itu,” kata Nawawi.

Tujuh tersangka itu sebelumnya diamankan Tim KPK Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rabu, 25 November 2020. Dalam OTT itu Tim mengamankan 17 orang dari sejumlah tempat, salah satunya Bandara Soekarno Hatta.

Dari bandara, Tim KPK diantaranya mengamankan Edhy Prabowo dan istrinya. Bahkan, Dewi yang merupakan anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra itu juga sempat diperiksa oleh tim KPK.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, KPK melepas Iis Rosita Dewi. KPK melepaskan Dewi lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan dan dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK baru menemukan kecukupan alat bukti untuk menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Saat ini status Dewi hanya saksi.

“Sejauh ini baru yang tujuh orang itu saja,” tandas Nawawi.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KONI Pemalang Fasilitasi Pembinaan Fisik Atlet Melalui Alat Fitnes

Read Next

Transaksi Suap di Luar Negeri dan Siasat Edhy Prabowo Monopoli Benur Lobster