23 May 2024, 16:03

Kelola Pelabuhan, Dirjen Perhubungan Laut Gandeng PT Tiga Bersaudara

daulat.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia resmi menetapkan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda.

Dengan penetapan ini, PT PTB bisa melaksanakan pengusahaan pelabuhan pada terminal dan fasilitas yang ada di area konsesi. Penetapan dikuatkan dengan penandatanganan perjanjian konsesi pengusahaan pelabuhan antara PT PTB dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda pada Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub RI, di Hotel Des Indes, Menteng, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Perjanjian kerja sama terkait pemberian izin pengusahaan pelabuhan dinilai sangat penting agar pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memberi hak kepada PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) sebagai BUP atau operator pelabuhan.

“Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda,” ungkap Direktur Operasi PTB Ario Bandoro Saputro.

Dikatakan Ario Bandoro, pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda telah sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Nasional yang diatur dalam Kepmenhub Nomor: KP 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Hal itu yang menjadi dasar penandatanganan perjanjian konsesi.

Selain itu, penandatanganan perjanjian konsesi ini merupakan implementasi  UU 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, PP 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan sebagaimana telah diubah melalui PP Nomor 64 Tahun 2015, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut sebagaimana telah diubah melalui Permenhub Nomor: PM 57 Tahun 2020.

Berdasarkan Permenhub Nomor PM 15 Tahun 2015 tentang Konsesi dan Bentuk Kerjasama Lainnya antara Pemerintah dengan Badan Usaha Pelabuhan di Bidang Kepelabuhanan sebagaimana telah diubah melalui Permenhub Nomor: PM 166 Tahun 2015, konsesi dapat diberikan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) untuk kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan melalui mekanisme penunjukan yang dituangkan dalam bentuk perjanjian.

Sementara itu, Business Development PTB, Kamaruddin Abtami menuturkan, perjanjian kerja sama perizinan (konsesi) ini sekaligus memberikan kepastian hukum atas kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan yang dilakukan BUP PT PTB. Dengan adanya kepastian hukum itu, kata Kamaruddin, membuat entitas usaha dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya kepada pengguna jasa.

“Termasuk efisiensi kegiatan pengusahaan di pelabuhan,” ujar Kamaruddin.

Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, reformasi pelabuhan di Indonesia terus didorong oleh pemerintah dengan beberapa fokus, seperti penghapusan monopoli, penciptaan kesempatan yang lebih luas untuk investasi di sektor pelabuhan, penciptaan kompetisi yang sehat dalam pelabuhan dan antarpelabuhan. Pun termasuk pemisahan yang jelas antara regulator dan operator.

“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada stakeholders dalam rangka percepatan ekonomi nasional, terciptanya kompetisi yang sehat, serta meningkatkan profesionalisme,” ucap Kamaruddin.

Melalui konsesi jasa kepelabuhan pada Terminal Alih Muat Barang STS (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah akan mendapatkan informasi data eksport beberapa komuditas terutama batubara.

Para pelaku usaha mendapat kepastian hukum dan waktu terkait aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan STS karena pemerintah telah menunjuk secara resmi  PT Pelabuhan Tiga Bersaudara sebagai operator. PT PTB akan menerapkan tarif yang sesuai regulasi dan konpetitif sehingga mengurangi faktor kerugian negara di kegiatan alih muat barang.

Keterlibatan stakeholder terkait seperti Bea Cukai, Imigrasi, Polairud, Danlanal, Pemda Kabupaten maupun Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadi mitra strategis PT PTB. Peran aktif dan saling mendukung antar-Asosiasi di Pelabuhan seperti INSA, APBMI, GPEI maupun TKBM yang bekerja di Pelabuhan Alih Muat Barang/STS Muara Berau.

Meningkatnya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dibayarkan oleh pemegang konsesi kepada negara. Berikut mendukung penetapan Kalimantan Timur sebagai Provinsi Ibu Kota Negara Baru sehingga arus barang dan jasa di STS siap menjadi pelabuhan tujuan maupun eksport.

Untuk diketahui, PT PTB merupakan pengembangan usaha dari perusahaan pelayaran PT Pelayaran Kebon Asrinusa (PKA) yang berdiri sejak 1993. Pelabuhan Tiga Bersaudara didirikan oleh Kapten Sukresno MBA dan memiliki pengalaman luas dalam pengiriman, termasuk port At awal. PKA berfokus pada bidang jasa pengiriman untuk mengangkut perdagangan batubara.

PKA selain itu menyediakan 5.500-7.500 metrik ton kapal tanker untuk layanan transportasi internasional dan luar negeri seperti Surabaya, Dumai, Malaysia, Singapura, Filipina, serta Thailand. PKA juga kerja sama dengan perusahaan lokal di wilayah Dumai, mengelola pelabuhan khusus lokal dan penundaan dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Surabaya serta Kotabaru, Kalimantan Selatan.

PT Pelabuhan Tiga Bersaudara juga merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang dapat melakukan kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 327 Tahun 2010 tentang Pemberian Izin kepada PT Pelabuhan Tiga Bersaudara sebagai Badan Usaha Pelabuhan.

Pada 2010, Kementerian Perhubungan menetapkan Lokasi Pelabuhan untuk Kegiatan Alih Muat Barang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 382 Tahun 2010 tentang Penetapan Lokasi untuk Kegiatan Alih Muat Barang (ship to ship transfer) di Perairan Muara Jawa dan Muara Berau, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Selain itu berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No 244 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 382 Tahun 2010 tentang Penetapan Lokasi untuk Kegiatan Alih Muat Barang (ship to ship transfer) di Perairan Muara Jawa dan Muara Berau, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Melalui Kepmenhub No 1494 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Kepmenhun Nomor: KP 1021 Tahun 2018 tentang Penetapan Perairan Wajib Pandu pada Perairan Pelabuhan Samarinda dan Perairan Kuala Samboja Provinsi Kalimantan Timur, serta Keputuan Ditjen Perhubungan Laut Nomor: KP 395/DJPL/2019/29 April 2019 tentang Pemberian Pelimpahan kepada BUP PT PTB untuk Melaksanakan Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Wajib Pandu Kelas 1.

PTB diberikan kepercayaan dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk jadi operator pelabuhan di Muara Jawa dan Muara Berau, Kalimantan Timur dalam kegiatan ship to ship (STS) transfer. Bertugas memberikan pelayanan pemanduan, penundaan, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh para nakhoda kapal-kapal pengangkut batubara di wilayah Muara Jawa dan Muara Berau.

Itu melalui keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 508 Tahun 2010 tentang Pemberian Izin kepada Penyelenggara Pelabuhan Samarinda berkerjasama dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara untuk pengoperasikan Perairan Muara Jawa dan Muara Berau sebagai Pelabuhan untuk Kegiatan Alih Muat Barang (ship to ship transfer).

PTB juga telah memperoleh izin lingkungan melalui keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: SK.62/1/KLHK/2020 tanggal 29 April 2020 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Alih Muat Barang (ship to ship transfer) di Perairan Muara Berau Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur oleh PT Pelabuhan Tiga Bersaudara.

Selain itu melalui Surat Sekretaris Jenderal Perhubungan Nomor: HK 201/4/17 PHB 2020/25 November 2020 perihal persetujuan terhadap Rancangan Perjanjian Konsesi antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara tentang Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Belajar Di Rumah

Read Next

Pemanfaatan Aplikasi Zoom Meeting Untuk Pembelajaran Dari Rumah