26 May 2024, 13:41

Kedekatan Daning Saraswati dan Matheus Joko Santoso Tanpa Ikatan Suami Istri

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

daulat.co – Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia (PT RPI), Daning Saraswati tak menampik punya hubungan dekat dengan mantan pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso. Kedekatan itu disebut tanpa ikatan
suami istri.

“Saya teman dekat dan tidak ada ikatan pernikahan,” ungkap Daning saat bersaksi untuk terdakwa Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/6/2021) malam.

Daning mengungkapkan hal itu setelah sebelumnya disinggung jaksa penuntut umum pada KPK. Hubungan itu digali dalam persidangan lantaran sebelumnya ada keterangan yang menyebut Daning merupakan istri Joko.

Selain itu, Jaksa mendalami hubungan itu lantaran Joko ‘ringan tangan’ kepada Daning. Dalam persidangan, jaksa mendalami bantuan Joko kepada Daning terkait pembelian sebuah rumah di bilangan Cakung, Jakarta Timur. Rumah yang dibeli, klaim Daning, senilai Rp 1,9 miliar dengan pembayaran bertahap.

“Ada cicilan dibantu pak Joko, Rp 250 juta dua kali, dan Rp 200 juta satu kali, iya (total Rp 700 juta),” ucap Daning.

Daning mengaku merogoh kocek pribadi senilai Rp 590 juta terkait pembelian rumah tersebut. “Kalau 700 juta tidak dibantu itu mba, itu terserah lah,” sindir jaksa menimpali pengakuan Daning soal bantuan Joko senilai Rp 700 juta itu.

Tak hanya rumah, Daning juga mendapat bantuan Rp 100 juta saat akan membeli satu unit Toyota Vios.

“Ini terkait Rp 700 juta, Rp 100 juta saudara tahu ga sumbernya dari mana pak Joko ngasih?, saudara tahu ngga pak Joko itu PNS gajinya berapa?,” tanya jaksa.

“Ngga tahu pak,” jawab Daning.

“Saudara tahu ngga itu uang dari fee (vendor bansos)?, atau saudara pernah diberi tahu?,” cecar jaksa.

“Saya tidak pernah bertanya,” jawab Daning.

Daning juga mengaku diberi uang Rp
Rp 480 juta dari Joko. Uang itu lantas dibelikan oleh Daning satu unit Toyota Corolla Cross.

“Pak Joko memberikan uang, saya yang menginginkan itu (Toyota Corolla Cross), yaudah saya inisiatif beli,” kata Daning.

Dalam kesaksiannya, Daning tak membantah jika Joko pernah beberapa kali menyambangi kediamannya. Dalam suatu waktu, Joko datang dengan membawa koper berisi uang.

Tak hanya koper, Daning menyebut jika Joko menyimpan uang di safe deposit box (SDB) BRI. SDB yang dibuka pada September 2020 itu atas nama Daning.

“Atas nama saya di Bank BRI, dibuka September 2020, saya diminta Pak Matheus Joko Santoso membuka SDB, ada permintaan pak Joko,” ujar Daning.

Saat dibuka, kata Daning, uang safe deposit box itu berisi Rp 1,8 miliar. Namun, save deposit box itu saat ini sudah habis lantaran sudah diambil.

Dikatakan Daning, tujuan menyimpan uang di save deposit box itu agar Joko tidak selalu menyimpan di koper. Pasalnya, Joko selalu pulang malam hari sehingga dianggap berisiko.

“BAP Saudara, Matheus Joko Santoso minta saya buka SDB di Bank BRI dengan tujuan menyimpan uang fee, di mana setahu saya Matheus Joko Santoso sering bawa koper ke rumah saya, sehingga takut membawa uang tersebut karena Matheus Joko berangkat pergi pulang malam. Bisa dijelaskan, ini takut apa?” cecar jaksa.

“Takut karena itu rumah sewaan. Bukan takut ada OTT atau apa,” ucap Daning.

Soal perkenalan dengan Joko, kata Daning, awal kali dirinya dikenalkan oleh seseorang bernama Nugroho di suatu tempat. Daning saat itu mengaku menjadi bagian Event Organizer (EO) untuk beberapa kegiatan di Kemensos, mulai Gebyar Harmoni hingga acara Rakornas kementerian.

“Pergaulan dari teman ke teman pak. Ada teman dari pak Joko nama Nugroho untuk saya datang ke suatu tempat kemudian dikenalkan dengan pak Joko,” terang Daning.

Seiring berjalannya waktu, kemudian didirikan PT Rajawali Parama Indonesia, perusahaan untuk mengerjakan paket bansos Covid-19. Daning membenarkan bahwa Joko memberikan bantuan modal Rp 3 miliar untuk menggarap paket bansos. PT Rajawali Parama Indonesia disebut kebagian jatah proyek Bansos dari Kemensos pada tahap 10.

“Saya tidak berpikir hanya menjadi EO. Ada Saya, Wan Guntar dan Pak Joko,” kata Daning soal penggagas pendirian Rajawali.

Namun saat disinggung jaksa soal pengerjaan bansos, Daning mengaku tak tahu banyak bagaimana proses mendapatkan jatah paket bansos tersebut. Jaksa sempat menanyakan alasan melibatkan Joko dalam pendirian PT Rajawali, padahal dalam akta perusahaan, hanya Daning dan Wan Guntar yang tercatat.

“Biasanya saya dan Guntar minta saran atau nasehat terkait keputusan yang diambil,” kata Daning.

“Pak Joko ini siapa ko sedikit-sedikit minta pendapatnya pak Joko? Apa hubungannya dengan Wan Guntar dengan saudara. Suapaya kami bisa menerima alasan yang saudara pakai,” cecar jaksa.

“Guntar kan ikut pak Joko ke Kemensos bekerja. Kalau pak Joko dengan saya teman dekat pak,” ucap Daning.

Jaksa dalam persidangan sempat menyinggung panggilan Daning terhadap Joko. “Saudara manggil Pak Joko apa?, pak atau mas?,” tanya jaksa.

“Mas,” jawab Daning.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Eks Pejabat Kemensos Bawa Koper Isi Uang ke Rumah Daning, Katanya Uang Pak Menteri

Read Next

Rapat DPR Dikalahkan Ratas, Golkar Minta PDIP Protes ke Petugas Partai