19 June 2024, 17:37

Kebutuhan Boleh Mendesak, Tapi Proses Pengadaan APD Harus Tetap Transparan

APD- ist

APD – ist

daulat.co – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang Fahmi Hakim mengingatkan semua pihak untuk tidak memanfaatkan situasi pandemi corona untuk mencuri uang negara. Bahwa pengadaan beberapa kebutuhan medis diakuinya sangat mendesak, namun prosesnya harus tetap transparan.

Selain kebutuhan perlengkapan medis seperti masker dan hand sanitizer, pengadaan lain yang mendesak dilakukan menyangkut kegiatan dari dampak pandemi corona. Kesemuanya harus transparan, tepat guna dan efisien.

“Proses penggunaan restrukturisasi anggaran APBD untuk penanganan Covid-19 dan terdampak Covid-19, Pemda harus transparan, tepat guna dan efisien,” tegas Fahmi kepada daulat.co, Rabu 09 April 2020.

Dalam proses pengadaan APD, lembaga atau rekanan yang akan digandeng harus memenuhi spesifikasi serta standar APD Para Medis. Bagaimanapun, kajian pengadaan barang dan jasa dalam kondisi darurat harus tetap mengedepankan aturan dan standar barang yang dibutuhkan.

“Satu lagi, rekanan bukanlah perorangan yang ditunjuk,” kata Fahmi.

Sekedar diketahui, standar pemakaian APD untuk tenaga medis tergantung situasi dan kondisi penanganan pasien. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat menyebut ada tiga tingkat perlindungan.

Pertama, APD untuk tingkat perlindungan di fasilitas umum, tempat praktik dokter umum, dan ambulans ketika menangani pasien terduga virus corona.

Untuk situasi seperti ini, para tenaga medis cukup mengenakan masker bedah tiga lapis, baju kerja standar rumah sakit, dan sarung tangan karet sekali pakai.

Kedua, APD untuk ruang poliklinik tempat pemeriksaan dan perawatan pasien dengan gejala gangguan pernapasan, pengambilan sampel nonpernapasan, dan bagian rawat jalan pasien demam.

Para tenaga medis yang melakukan hal tersebut wajib mengenakan pelindung mata, penutup kepala, masker bedah, sarung tangan karet sekali pakai, dan baju terusan panjang (gown) standar rumah sakit.

Ketiga, APD untuk ruang prosedur dan tindakan operasi pada pasien suspect atau positif Covid-19, kegiatan yang menimbulkan aerosol pada pasien, ruang tindakan otopsi, dan pengambilan sampel pernapasan.

Para tenaga medis yang menangani prosedur ini wajib mengenakan pelindung mata, penutup kepala, masker N95 atau yang setara, sarung tangan bedah karet steril sekali pakai, sepatu boots, dan gaun terusan menutup dari kepala hingga bagian kaki.

Baju terusan yang terakhir ini sering disebut sebagai hazmat. Dalam rekomendasi standar yang dikeluarkan oleh pemerintah, modelnya adalah coverall. Dari kepala hingga mata kaki tertutup dalam satu terusan baju. Bagian yang terbuka hanya di muka, telapak tangan, dan bawah mata kaki.

(Sumitro)

Read Previous

PSBB Jakarta Berlaku Besok, Warga Diimbau Patuhi Arahan Gubernur Anies

Read Next

KPK Periksa Direktur Indika Multimedia Holding