20 May 2024, 21:43

Kata Aldi, Tim Caretaker Tidak Ada Kaitannya Dengan Organisasi KNPI

daulat.co – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pemalang, Renaldi Firdaus Kautsar, menyatakan keberadaan Tim Caretaker KNPI Pemalang tidak ada hubungannya dengan sejarah berdirinya KNPI.

“Mereka adalah KNPI yang tidak ada kaitan dengan sejarah berdirinya KNPI tahun 1973 dulu mereka mempunyai badan hukum Kemenkumham dengan nama KNPI Pemuda Indonesia, yang disingkat KNPI PI,” kata Aldi, sapaan akrabnya kepada wartawan, Sabtu 6 Februari 2021.

Keberadaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI PI, kata dia, dalam prosesnya kemudian berubah menjadi DPP KNPI. Hal itulah yang sepatutnya dipahami Tim Caretaker KNPI Pemalang yang menyatakan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir Februari mendatang.

“(Mereka) kemudian berubah nama lagi menjadi DPP KNPI dan SK Kemenkumham baru itu tidak pernah mencabut SK Kemenkumham KNPI yang sah,” terang Aldi yang juga anggota DPRD Pemalang dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ia menekankan, DPD KNPI Kabupaten Pemalang tidak pernah mengakui Abdul Wahid sebagai Ketua DPD KNPI Jateng. Sebab kepengurusan yang sah adalah kepengurusan KNPI dibawah kepemimpinan Tino Indra Wardono sebagai ketuanya dan Nurwahid sebagai sekretarisnya.

“KNPI pemilik sahamnya adalah OKP, termasuk KNPI di daerah juga milik OKP di daerah, kita selalu diajak menjaga soliditas dan jangan mau ikut terpecah belah seperti KNPI di pusat,” jelas Aldi yang juga putra dari Bupati Pemalang H Junaedi.

Muhammad Mustafid Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPD KNPI Jawa Tengah menambahkan, DPD KNPI Jateng dibawah kepemimpinan Tino Indra Wardono pada saat menggelar Musda dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Secara legalitas diakui oleh gubernur Jawa Tengah, 90 persen OKP di Jawa Tengah tidak pernah tahu ada Musyawarah Daerah KNPI yang memilih Nur Wahid jadi Ketua di Jawa Tengah,” kata dia.

Selain itu, masih kata Mustafid, dari informasi yang didapatkan, pada saat Nur Wahid Cs menggelar Musda tidak ada perwakilan pemerintah yang hadir ataupun diundang untuk menghadiri musyawarah tertinggi di tingkat daerah tersebut.

(Abimanyu)

Read Previous

Ingatkan Aldi, Hamu Fauzi: Kalau Tidak Paham, Jangan Sok Tahu!

Read Next

Tim Monev & Penegakan Prokes Covid-19 Pemalang Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Rowosari