21 October 2021, 08:08

Kasus Pajak Bank Panin, Mu’min Ali Gunawan Berpeluang Diperiksa KPK

Panin Bank

Panin Bank

daulat.co – Pemilik PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, Mu’min Ali Gunawan berpeluang dipanggil dan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peluang tersebut terkait dengan mencuatnya nama Mu’min dalam sidang perkara dugaan suap terkait pemeriksaan pajak dengan terdakwa dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam proses penyidikan ataupun persidangan dimungkinkan sepanjang dibutuhkan untuk membuktikan pasal yang disangkakan terhadap para tersangka maupun terdakwa dalam kasus suap rekayasa nilai pajak.

“Pemanggilan seseorang sebagai saksi tentu didasarkan pada kebutuhan pemenuhan fakta dari unsur sangkaan pasal baik yang di tingkat penyidikan maupun uraian surat dakwaan jaksa di persidangan,” ungkap Ali saat dikonfirmasi, Selasa (12/10/2021).

Dalam surat dakwaan Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani, kuasa wajib pajak Bank Panin, Veronika Lindawati disebut jaksa sebagai orang kepercayaan Mu’min Ali Gunawan. Bank Panin menugaskan Veronika untuk mengondisikan perhitungan pajak Bank Panin tahun 2016 dan 2017.

Kewajiban pajak Bank Panin alhasil disunat sekitar Rp 623 miliar, dari semula Rp 926 miliar menjadi Rp 303 miliar. Veronika menjanjikan memberikan Rp 25 miliar kepada Angin, Dadan dan tim pemeriksa pajak untuk menurunkan nilai pajak tersebut.

Nama Mu’min Ali Gunawan sempat disebut anggota tim pemeriksa pajak Febrian saat bersaksi untuk terdakwa Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu. Saat pertemuan di Kantor Ditjen Pajak, kata Febrian, Veronika mengaku kepada tim pemeriksa pajak sebagai utusan Mu’min Ali.

“Veronika Lindawati, Dia mengaku sebagai utusan Pak Mumin Ali Gunawan,” ucap Febrian kepada Jaksa

“Pak Mu’min ini siapa?,” tanya Jaksa.

“Sebagai pemegang saham dari Panin Group,” ujar Febrian.

Dikatakan Febrian, Veronika dalam pertemuan bersama tim pemeriksa pajak itu langsung menyebutkan angka nilai pajak yang sanggup dibayarkan oleh Bank Panin. Veronika selain itu juga mengaku akan menyediakan fee sebesar Rp 25 miliar jika keinginannya dikabulkan tim pemeriksa pajak.

“Bu Veronika langsung menyebutkan, Panin sanggup membayar kurang pajaknya Rp 300 miliar dan menyediakan sebesar 25 miliar,” ucap Febrian.

Veronika kembali mendatangi kantor Ditjen Pajak dan bertemu tim pemeriksa pajak setelah nilai pajak Bank Panin disunat menjadi hanya Rp 303 miliar. Veronika dalam pertemuan itu mengaku hanya sanggup membayar Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan. Kemudian uang tersebut diserahkan tim pemeriksa pajak kepada Angin dan Dadan.

Mantan pegawai dan pemeriksa pajak Ditjen Pajak, Yulmanizar dalam persidangan juga membenarkan imbalan yang diberikan hanya Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan. Menurut Yulmanizar, Veronika yang menyerahkan fee tersebut kepada ketua tim pemeriksa dan supervisor, yakni Alfred Simanjuntak dan Wawan Ridwan.

Tak hanya itu, Yulmanizar mengatakan jika Bank Panin meminta agar tidak ada pemeriksaan pajak di tahun 2017. Sementara pajak tahun 2016 sekitar Rp 300 miliar itu dibayar Bank Panin sekitar satu bulan sebelum jatuh tempo ketetapan.

Dipastikan Ali, pihaknya akan menganalisis seluruh fakta sidang, termasuk terkait mencuatnya peran Mu’min Ali Gunawan di kasus suap pajak. Analisis itu nantinya akan dituangkan jaksa KPK dalam surat tuntutan terdakwa.

“Seluruh fakta sidang kami pastikan akan dilakukan analisa lebih lanjut dalam surat tuntutan Jaksa KPK,” kata Ali.

Jaksa KPK sebelumnya mendakwa Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp 42 miliar. Suap dengan total Rp 57 miliar itu diterima Angin, Dadan bersama tim pemeriksa pajak agar merekayasa nilai pajak Bank Panin, Jhonlin Baratama dan Gunung Madu Plantations.

Uang suap tersebut diterima dari tiga konsultan dan satu kuasa pajak, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin; Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama; serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Korupsi Agen Fiktif Jasindo, Wibowo Suseno Wirjawan Disebut Kecipratan USD100.000

Read Next

Integrasi NIK dan NPWP Harus Jamin Keamanan Data Pribadi Warga