24 June 2024, 22:35

Kasus Korupsi Pesawat PT DI, KPK Sita Rekening Koran PT Penta Mitra Abadi

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita rekening koran milik PT Penta Mitra Abadi. Penyitaan dilakukan terkait proses penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

Ihwal penyitaan itu diungjapkan Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020). Penyitaan terhadap rekening koran PT Pentamitra Abadi dilakukan penyidik KPK saat memeriksa seorang saksi bernama Devi Arradhani Yanty untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, Senin (22/6/2020).

Pentamitra Abadi disinyalir merupakan satu dari enam perusahaan yang menjadi agen penjualan pesawat PT Dirgantara Indonesia. Pun demikian, Ali tak merinci transaksi yang terungkap dalam buku tabungan PT Pentamitra Abadi tersebut. Pun termasuk mengenai aliran dana dari PT DI dan transaksi kepada sejumlah pejabat PT DI.

“Penyidik mengonfirmasi dan melakukan penyitaan dokumen rekening koran milik PT Pentamitra Abadi,” ucap Ali Fikri.

KPK diketahui baru mengumumkan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia, mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani.

Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah pihak lain diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar yang merupakan nilai yang telah dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (persero) kepada sejumlah perusahaan mitra/agen dalam kurun tahun 2011 hingga 2018.

Padahal perusahaan mitra tersebut, yakni PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.

Dari nilai tersebut, KPK menduga Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah direksi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana sekitar Rp 96 miliar.

Selain Budi dan Irzal, direksi PT Dirgantara Indonesia lainnya yang disebut turut kecipratan aliran dana yakni, mantan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia dan mantan Direktur Aerostructure yang kini menjabat Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh serta mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, Arie Wibowo.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dilantik, Penjabat Kades Pakembaran Diingatkan Tidak Langgar Aturan

Read Next

OTT Oknum Wartawan, PWI Pemalang Ingatkan Marwah Profesionalisme Jurnalistik