21 October 2021, 10:24

KAPT Dukung Santri Magang di Industri Mebel Sebagai Bagian Pemberdayaan Ekonomi Umat

daulat.co – Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) terus mendorong dilaksanakannya pemberdayaan umat, khususnya kalangan Pondok Pesantren. Dalam konteks program tersebut, KAPT mencoba untuk turut andil dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM para santri, baik di level individu maupun kolektif.

“Kami berharap para peserta pelatihan dapat mengakselerasi diri dalam kompetisi berat di era Revolusi Industri 4.0 saat ini,” kata Bambang J Pramono yang juga Koordinator Nasional KAPT dalam keterangannya, Minggu 10 Oktober 2021.

Disampaikan, KAPT berkolaborasi dengan salah satu perusahaan furnitur dan kerajinan Indonesia yang berkantor pusat di Salatiga, Jawa Tengah yakni bernama CV L’Ambiance. Kolaborasi ini sekaligus dalam rangka mendukung program Santri Preuner melalui pelatihan terpadu industri perkayuan.

Pria yang akrab juga disapa Gembos itu menambahkan, pelatihan ini perkayuan ini sejalan dengan visi untuk memberdayakan Pondok Pesantren guna meningkatkan ketahanan nasional, serta dengan misi untuk membentuk santripreneur yang mandiri dibidang pengolahan kayu secara nasional untuk tujuan ekspor.

“Bentuk kerjasama itu berupa program pelatihan praktis kerajinan kayu selama 6 bulan dengan peserta diasramakan dan mendapat uang saku,” ujar Kyai Yury yang turut hadir dalam kunjungan ke CV L’Ambiance.

Koordinator Nasional KAPT bersama rombongan dari beberapa perwakilan kepengurusan daerah, seperti dari Korda Jawa Tengah M Khabib, Jawa Timur Ermawan Wibisono, Banten KH Yuhri dan Jakarta Jefri Lambok serta pengurus wilayah Bogor Raya Shane Hasibuan, mengunjungi sentra produksi furniture CV L’Ambience di Salatiga.

Dalam kunjungannya tersebut, KAPT Korda Banten juga turut mengirimkan 5 orang santri asuhan kyai Yury Alam dari Pondok Pesantren Nur El Falah untuk mengikuti program pelatihan tersebut.

“Peserta program ini kami dorong untuk menjadi wirausahawan bukan menjadi pekerja pabrikan atau tukang” tutur Edi Suwito pemilik CV L’Ambiance.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan terpadu dengan konsep ‘closed loop’ ini akan meliputi, pembahanan, kontrol kualitas, produksi, finishing, packing, dan marketing.

“Kolaborasi ini akan membuat semakin banyak orang bisa mengoptimalkan pengetahuan dan skill yang dimiliki menjadi penghasilan tambahan dan mengasah kemampuan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut juga secara khusus diadakan sharing dialog dan pemaparan terkait strategi marketing di era industri 4.0 oleh Barry Simorangkir, Supervisory Board, Senior Advisor, Certified Healthcare Management Consultant dari University of Chicago, USA.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Penetapan Jadwal Pemilu Harus Adil, PKP Dorong Digelarnya Rembuk Nasional

Read Next

Kasus Kekerasan Seksual Anak, Polisi Harus Memberikan Rasa Keadilan