26 May 2024, 12:08

Kampung Covid-19, Desa Susukan Menuju Adaptasi Kehidupan Baru

Kami pegiat Kampung Siaga Covid-19,
Desa Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Mendukung terlaksananya protokol kesehatan secara sungguh-sungguh guna memutus penularan Covid-19 serta mendorong warga masyarakat untuk patuh dan disiplin menuju adaptasi kehidupan baru

DEMIKIAN bunyi Deklarasi Kampung Siaga Covid-19, Desa Susukan, Comal Pemalang, Kamis, 4 Juni 2020. Deklarasi dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Susukan Irfanuddin.

Mengenakan batik hitam bermotif bunga-bunga, Kades Irfan (sapaannya; red) tampak diapit dua petugas kesehatan berbaju hazmat. Tidak ketinggalan, spanduk besar mengenai kegiatan deklarasi membentang di bagian depan.

Kades Irfanuddin

Seluruh perangkat desa yang hadir di balai desa setempat, kompak dan serentak mengikuti ucapan deklarasi dari Kades Irfanuddin. Deklarasi sendiri dihadiri langsung oleh Muspika Comal. Tampak Camat Comal Fauzan, Kapolsek Comal AKP Nana Edi Sugito dan Danramil 04 Comal Kapten Inf Sarmin.

Deklarasi Kampung Siaga Covid-19, dikatakan Kades Irfan, mempertegas imbauan, ajakan dan sosialisasi mengenai pencegahan penularan Covid-19 yang selama ini dilaksanakan di Desa Susukan. Termasuk kegiatan terakhir menindaklanjuti kebijakan pemberlakuan jam malam.

Pemdes Susukan sejauh ini terus berupaya maksimal mencegah masuknya Covid-19. Dari patroli gang ke gang, wajib lapor bagi tamu atau pemudik dari luar kota, posko siaga 24 jam di balai desa hingga penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari warga.

Kades Irfan mengakui, hingga kini masih ada warga belum patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sebagaimana imbauan Pemkab Pemalang. Karena itu, melalui deklarasi Kampung Siaga Covid-19, diharapkan warganya semakin menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah virus Corona.

Camat Comal Fauzan (berdiri), Kades Irfanuddin (batik) dan Kapolsek Comal AKP Nana Edi Sugito

Di tempat yang sama, Camat Comal Fauzan dalam sambutannya mengatakan, Kampung Siaga Covid-19 dideklarasikan untuk mengantisipasi terjadinya penularan virus Corona sekaligus menyambut kebijakan pemerintah yaitu new normal.

Disampaikan jika virus Corona merupakan virus yang susah dideteksi penyebarannya. Sebagai antisipasi, setiap desa diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya dengan mengukur suhu tubuh warga dan secara khusus bagi pendatang atau pemudik.

Jika saat diukur suhu badannya tinggi, pihak desa diminta merujuk yang bersangkutan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kalaupun tidak ada gejala, pemudik diimbau untuk melakukan karantina secara mandiri dirumah selama 14 hari.

Sementara mengenai new normal, Camat Fauzan menjelaskan mengenai pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19. Dengan penekanan bagaimana roda perekonomian di suatu desa dapat berjalan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Perangkat desa tetap bisa bekerja sebagaimana mestinya dan pedagang bisa menjual dagangannya. Begitu pula bagi para petani, mereka tetap bisa mengangkat pacul dan menggarap lahan sawah miliknya. Sekali lagi, dengan menerapkan prosedur tetap Covid-19 yang telah ditetapkan.

(Sumitro)

Read Previous

Dilantik Jadi Dirut PDAM, Slamet Effendi Siapkan Sejumlah Gebrakan Baru

Read Next

KPK Banding Vonis Eks Dirut Jasa Tirta II Djoko Saputro