30 May 2024, 07:20

Kades Gondang Taman Beri Penjelasan Soal Pelaporan Warsito Dkk

Kades Gondang Wahidin

Kades Gondang Wahidin

daulat.co – Kepala Desa Gondang, Kecamatan Taman, Wahidin, turut berkomentar mengenai pelaporan NS terhadap Ketua Ketua Karang Taruna Desa Gondang, Warsito, ke Mapolres Pemalang. Warsito mengungkapkan sejumlah pengurus karang taruna Desa Gondang dimintai Klarifikasi ke Unit IV Reskrim Polres Pemalang.

Ditemui dikediamannya, Kamis sore, 6 Mei 2021, Wahidin menceritakan duduk perkara hingga munculnya konferensi pers yang digelar Karang Taruna Desa Gondang. Kata dia, konpers digelar tanpa koordinasi dan komunikasi ke pihak Pemerintah Desa.

Mengenai dugaan pelaporan Karang Taruna Gondang karena vokal menuntut penutupan judi toto gelap (togel), Kades Wahidin mengingatkan agar Karang Taruna senantiasa berkoordinasi dengan Pemdes. Meski secara pribadi ia menghargai apa yang dilakukan Warsito Dkk.

“Karang Taruna merupakan salah satu lembaga atau organisasi yang bernaung di Pemerintah Desa. Apapun bentuk kegiatannya, pihak desa menghargainya,” kata Wahidin.

Ia lantas mengungkapkan, sejak Warsito Dkk meminta ditutupnya judi togel, Pemdes Gondang menindaklanjutinya dengan berkirim surat ke Polsek Taman untuk segera menutup perjudian togel di wilayahnya. Selanjutnya Polsek Taman langsung bergerak dengan menurunkan personil bhabinkamtibmas untuk menutup togel yang ada di Gondang.

Kades Wahidin menyayangkan, belakangan setelah Pemdes berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihaknya mendapatkan kabar jika Warsito Dkk bergerak bersama Siswanto untuk melaporkan aktifitas togel ke Polres Pemalang dan audiensi bersama DPRD Pemalang.

Semuanya, lanjut Kades Wahidin, dilakukan tanpa komunikasi bersama Pemerintah Desa yang sudah berupaya atas keluhan dari Karang Taruna. Dirinya mengetahui jika Warsito melakukan audiensi di DPRD Pemalang dari pemberitaan media online dan facebook.

Menurutnya, seharusnya karang taruna tidak bergerak sendiri melainkna harus komunikasi ke pihak desa. Sebba bagaimanapun apa yang terjadi akan kembali ke Pemdes selaku penanggung jawab.

Setelah ramai bahwa Karang Taruna Gondang ikut audiensi di gedung dewan, membuat sejumlah Pemuda Gondang yang lainnya mendatangi Balai Desa untuk menanyakan tentang karang taruna.

Beberapa poin yang ditanyakan antara lain menyangkut masa jabatan karang taruna habis, berapa tahun masa jabatan karang taruna dan terakhir mengenai hasil pengumpulan retribusi parkir di pasar dan peruntukannya.

“Waktu bulan apa saya lupa, sebagian pemuda Gondang datang dan menanyakan tentang karang taruna, yang jelas masih ada filmnya (video-red),” ujar Kades Gondang.

Terkait masa bakti pengurus karang taruna, Pemerintah Desa berpedoman pada perda atau aturan yang dikeluarkan Pemerintah, yaitu selama 3 tahun dan tahun ini masa bhaktinya sudah habis, karena Warsito menjabat sejak tahun 2018.

Namun, Warsito dkk berpedoman pada SK pengangkatan pengurus Karang Taruna Gondang yang dibuat oleh Kepala Desa sebelumnya. Dalam SK tersebut, masa jabatan selama lima tahun.

Adapun uang retribusi parkir pasar gondang, pihak desa telah memanggil Warsito untuk membuat laporan, baik pendapatan maupun peruntukannya. Namun Warsito Dkk hanya menyerahkan kwitansi baru, tanpa tanggal, tanpa nama ke Sekretaris Desa. Sehingga kwitansi yang diberikan Warsito tidak berbunyi peruntukannya.

Tuntut Penutupan Togel, Karang Taruna Siap Gerak Bersama Masyarakat Berbagai Wilayah di Pemalang

Akibatnya, ada salah satu pengurus karang taruna yang merasa kecewa karena disingkirkan melaporkan ke Mapolres Pemalang dengan tuduhan pasal 372 KUHP.

“Pihak desa tidak tahu, tiba-tiba ada yang melaporkan ke Polres,” kata Wahidin.

Sebelumnya Warsito menegaskan bahwa pelaporan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadapnya. Warsito bersama masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, siap melapor ke Propam Mabes Polri.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

KPK Periksa Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

Read Next

Elva Hartati: Pemerintah Harus Tegas Lindungi Masyarakat Dari Pandemi