23 September 2021, 19:41

Kades Babakan Bodeh Prihatin, Warganya Layangkan Gugatan ke Pengadilan Terkait Sengketa Waris

daulat.co – Kepala Desa Babakan, Bodeh Pemalang, Kustoni merasa prihatin dengan permasalahan warganya terkait sengketa waris berujung ke Pengadilan Negeri Pemalang. Padahal, permasalahan tersebut sebenarnya sudah di musyawarahkan di tingkat desa.

Gugatan sendiri dilayangkan Slamet Rahayu warga Desa Babakan, Kecamatan Bodeh ke Pengadilan Negeri Pemalang terkait sengketa lahan yang berada di Jalan Babakan RT 003 RW 001 Kecamatan Bodeh. Adapun tanah tersebut seluas 2,946 meter persegi atas nama Casmadi – Daskun

Kades Kustoni menjelaskan, sebenarnya permasalahan sengketa lahan yang dialami warganya sudah selesai pada tingkat desa dengan musyawarah yang dihadiri para pihak termasuk pihak penggugat, Slamet Rahayu

“Permasalahan ini terkait hak waris dan wasiat orang tua, dan sebenarnya sudah selesai pada musyawarah tingkat desa,”  kata Kustoni saat ditemui di Balai Desa Babakan, Jumat, 23 Juli 2021.

Ia menceritakan, permasalahan diawali saat Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Desa Babakan mengadakan program pengurusan sertifikat pada Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dalam prosesnya, semua pihak baik pihak Slamet Rahayu, Rumini, Rudan telah mendaftarkan ke Desa Babakan untuk mengikuti program tersebut. Akan tetapi dalam prosesnya justru terjadi selisih pendapat antar saudara atau ahli waris yang menganggap ada kejanggalan dalam kepemilikan lahan.

Lahan tersebut masih atas nama Casmadi – Daskun meski belum ada bukti hibah atau jual beli lahan. Kemudian, para pihak mengajukan permohonan penyelesaian masalah atas lahan tersebut kepada kepala desa sebagai tim yuridis tingkat desa untuk mengadakan musyawarah.

Selanjutnya, kata Kustoni, Efendi selaku Ketua Panitia PTSL Desa Babakan mengundang para pihak untuk menyelesaikan sengketa atas dasar surat permohonan penyelesaian masalah yang diajukannya

Menurut Kustoni, ada puluhan masalah serupa yang berhasil diselesaikan pada tingkat desa dan sebenarnya permasalahan yang dialami para pihak juga sudah selesai pada tingkat desa

“Penyelesaian sengketa lahan keluarga Rumini dan Slamet Rahayu sudah selesai pada musyawarah tingkat desa pada tanggal 12 dan 26 Maret 2021,” kata dia.

Kustoni merasa heran disaat permasalahan sudah selesai dan ada kesepakatan, kemudian datang sejumlah pengacara dari keluarga Slamet Rahayu yang menggugatnya kembali. Pengacara dari keluarga Slamet Rahayu mengajukan surat pengaduan keberatan PTSL kepada kepala kantor ATR/BPN Pemalang sehingga proses pembuatan sertifikat para pihak dibatalkan sampai ada putusan pengadilan.

Dalam gugatannya, Kepala Desa Babakan Kustoni menjadi turut Tergugat I dan Sekretaris Desa Babakan turut Tergugat II. Sedangkan, Ruhmini menjadi sebagai Tergugat I dan Wahyono sebagai Tergugat II, berikut Rudan sebagai Tergugat III dan Duri sebagai Tergugat IV.

Atas hal tersebut, Kustoni meminta warganya berlaku bijak karena semua warga negara berhak mendapatkan keadilan sesuai yang diinginkan dan negara dalam hal ini pemerintah memberikan keleluasaan.

“Kami di desa bekerja sesuai kewenangan, saya sebagai kepala desa mengemban amanah bertanggung jawab kemasyarakatan terkait sosial, pembangunan dan lain sebagainya,” ujar Kustoni.

Kades Kustoni juga berharap permasalahan ini segera selesai dan tidak menyisahkan masalah dikemudian hari dan pihak desa atau dirinya tidak tidak akan menggugat balik

“Kami sampaikan, semoga masalah ini selesai pada tahap mediasi dan kembali hidup rukun seperti sedia kala karena yang bersengketa merupakan antar saudara kandung,” kata dia

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Jokowi Sampaikan Selamat Atas Raihan Medali Pertama Olimpiade Tokyo 2020

Read Next

Jokowi Apresiasi Rumah Oksigen Gotong Royong dari KADIN dan GoTo