27 May 2024, 14:37

Juliari Batubara Sadar PDIP Dihujat dan Dicaci Sejak Suap Bansos Mencuat

Mensos Juliari P Batubara

daulat.co – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyadari hujatan dan cacian masyarakat terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) datang silih berganti sejak kasus suap bantuan sosial (bansos) mencuat. Karena itu, kader PDIP yang terjerat kasus suap bansos ini menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan.

“Saya sadar bahwa sejak perkara ini muncul badai hujatan dan cacian datang silih berganti ditujukan kepada PDIP,” ucap Juliari saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang secara virtual, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/8/2021).

Meski begitu, Juliari optimis partai banteng moncong putih akan tetap dibutuhkan dan dicintai rakyat Indonesia. “Saya yakin sebagai partai nasionalis yang bertahun-tahun yang berada di garda terdepan dalam menjaga 4 pilar kebangsaan serta cita-cita pendiri bangsa saya sangat yakin PDIP akan tetap dibutuhkan dan dicintai segenap rakyat Indonesia,” ujar dia.

Dalam pledoinya, Juliari meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beserta jajaran DPP PDI Perjuangan. Selain kepada Mega, Juliari juga meminta maaf kepada Presiden Jokowi.

“Saya harus menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan penuh penyesalan,” tutur dia.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya sungguh menyesal telah menyusahkan banyak pihak akibat dari perkara ini,” ucap Juliari.

Namun permintaan maaf Juliari bukan karena dirinya melakukan korupsi. Tetapi, klaim Juliari, lantaran dirinya lalai mengawasi anak buahnya, sehingga harus berurusan dengan hukum.

“Perkara ini tentu membuat perhatian bapak presiden sempat tersita dan terganggu,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan Juliari, badai kebencian dan hujatan akan berakhir tergantung dengan putusan dari majelis hakim. Dalam benaknya, kata Juliari, hanya majelsi hakim yang dapat mengakhiri penderitaan lahir dan batin dari keluarganya.

“Akhiri lah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan,” tandas Juliari.

Juliari sebelumnya dituntut oleh jaksa penuntut umum pada KPK dengan hukunan 11 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Juliari juga dituntut pidana pengganti sebesar Rp 14,5 miliar dan hak politiknya dicabut selama 4 tahun.

Tuntutan itu diberikan lantaran jaksa meyakini jika Juliari terbukti menerima suap dalam pengadaan paket bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp 32,48 miliar. Jaksa menyebut Juliari memerintahkan dua anak buahnya, Matheus Joko dan Adi Wahyono untuk meminta fee Rp 10.000 tiap paket bansos Covid-19 dari vendor atau perusahaan penyedia.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Resmikan Peluncuran Sistem OSS Berbasis Risiko

Read Next

Menkeu dan Kepala BKPM Tandatangani MoU Untuk Optimalkan Investasi