16 June 2024, 13:49

Joune – Kevin, Angin Segar Perubahan di Minahasa Utara

daulat.co – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Joune Ganda dan Kevin W Lotulung (JG-KWL), memastikan kesiapannya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Minahasa Utara Tahun 2020. Keseriusan itu dibuktikan dengan menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat, Selasa 18 Agustus 2020.

JG, sapaan akrab Joune Ganda, menyambangi kantor penyelenggara Pilkada untuk berkonsultasi mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk maju sebagai calon kepala daerah. Sejauh ini, beberapa berkas persyaratan sudah dipersiapkan, namun JG menekankan ke Kantor KPUD untuk lebih memastikan syarat dimaksud.

Dengan begitu, pada pendaftaran calon kepala daerah sebagaimana telah ditetapkan penyelenggara Pilkada, 4 September 2020, dirinya bersama Kevin W Lotulung sudah benar-benar siap. Konsultasi ini sekaligus membuktikan diri keseriusannya maju dalam Pilbup untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Minahasa Utara.

Sejauh ini, pasangan JG – KWL aktif turun ke bawah untuk memastikan aspirasi masyarakat dalam lima tahun mendatang. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dihelat Rumah Aspirasi JG – KWL Kolongan misalnya, JG mendengarkan sekaligus mendukung rencana para pegiat kolintang melakukan pendakian ke puncak Gunung Klabat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dan bendera Rumah Aspirasi JGKWL

Pada FGD yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Utara Denny Lolong, ia menekankan pentingnya semangat untuk menjaga dan melestarikan Budaya Kolintang di Sulawesi Utara dan secara khusus di Minahasa Utara.

Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Musik Kolintang di puncak Gunung Klabat pada 17 Agustus 2020 sendiri disebut-sebut pertama kali dilakukan. Selama prosesi pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi Musik Kolintang dari Sanggar Fantastic Prima Vista asal Lembean, Kecamatan Kauditan dan disupport Kerukunan Keluarga Kawanua dan Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN).

Apresiasi kepada pasangan JG-KWL secara khusus diberikan Tim Kolintang Fantastic Prima Vista sebagaimana disampaikan ketuanya, Stave Tuwaidan. Kata dia, kegiatan seperti ini sudah lama ingin dilaksanakan dan baru sekarang mendapatkan perhatian dari calon kepala daerah. Apalagi, kegiatan akbar tersebut akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Untuk itu, Kerukunan Keluarga Kawanua bersama PINKAN Indonesia dan tentunya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi, ingin mendaftarkan kegiatan ini sebagai salah satu catatan rekor MURI,” kata Joune.

“Ini contoh yang baik, apa yang mereka lakukan dapat membangkitkan semangat anak muda lainnya. Ini akan memberikan landasan awal, menjadikan kolintang aset dunia, dengan Sulut sebagai tempat asalnya,” sambung Joune, Ketua Bidang Ekonomi KKK (K3) Kerukunan Keluarga Kawanua pusat dalam sambutan mewakili Ketum K3

PINKAN Indonesia menyebut kepedulian Joune Ganda dan juga Kerukunan Keluarga Kawanua yang mau mensupport kegiatan-kegiatan bertemakan Kolintang sebagai angin segar. Sebab ada calon kepala daerah yang bukan hanya retorika mendukung dan melestarikan identitas musik yang merupakan warisan asli dari Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Pasangan JG-KWL juga melakukan ziarah ke makam Maria Walanda Maramis di Maumbi, Kecamatan Kalawat dan mendatangi Monumen Alexander A Maramis di Kairagi Dua, Kota Manado, dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. JG sendiri diketahui memiliki darah keturunan pejuang nasional dari sang ibunda tercinta Vonny Maramis.

“Momentum HUT ke-75 RI ini, kami dari keluarga besar Maramis melakukan ziarah, dimana ada dua tokoh keluarga Maramis yang menjadi Pahlawan Nasional yakni Mr. Alexander A Maramis dan Ibu Maria Malanda Maramis,” kata Joune disela-sela membersihkan dan tabur bunga di dua tempat tersebut.

Joune Ganda bersama istri

Menurutnya, kedua pahlawan ini sudah membuktikan pengabdian demi kemajuan dan Kemerdekaan Indonesia. Sumbangsihnya tidak diragukan. Maria Walanda Maramis merupakan sosok pahlawan yang membela persamaan hak antara laki-laki dan perempuan terutama di bidang pendidikan. Dimana pada tahun 1932 ia mendirikan PIKAT atau sekolah kejuruan putri dengan tujuan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk menuntut ilmu seperti laki-laki.

Sementara Mr Alexander A Maramis diketahui pernah menjabat sebagai anggota BPUPKI dan KNIP. Maramis juga dikenal sebagai salah seorang anggota Panitia Sembilan yang menandatangani Piagam Jakarta. Ia juga pernah menjadi Menteri Keuangan Indonesia. Demikian disampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa 18 Agustus 2020.

(M Abdurrahman)

Read Previous

PKB Sebut Pemerintah Gagal Penuhi Target Pertumbuhan Ekonomi 2019

Read Next

Ahmad Syaikhu Heran, Konstruksi Jalan Tol Ambruk Setiap Tahun