23 May 2024, 15:18

Jokowi Nilai Pandemi Telah Buka Ruang Percepatan Inovasi Teknologi

Presiden Jokowi – dok Setkab

daulat.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pandemi telah membuka ruang percepatan inovasi teknologi sehingga konferensi besar bisa diselenggarakan dengan cara-cara yang baru, yaitu melalui virtual.

”Di saat kita menghadapi pandemi seperti saat ini, konferensi besar dengan cara virtual telah menjadi sebuah kenormalan baru, menjadi sebuah normal baru,” kata Jokowi pada acara Peresmian Pembukaan Konferensi Besar XXIII, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tahun 2020, yang dilaksanakan melalui virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (18/9).

Menurut Jokowi, berbagai aktivitas yang sifatnya tatap muka langsung dibatasi dan digantikan dengan model interaksi dengan menggunakan media daring. ”Saya yakin cara-cara baru ini tidak mengurangi semangat kita untuk membicarakan masalah keumatan maupun soal-soal kebangsaan yang kita hadapi,” tutur Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan bahwa GP Ansor yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) mewarisi semangat para ulama Hubbul Wathan Minal Iman, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. ”Warisan semangat para ulama inilah yang membuat GP Ansor selalu dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Jokowi.

Hal ini, menurut Jokowi , telah dibuktikan oleh GP Ansor dalam kiprahnya untuk terus berdiri kokoh memainkan peran sebagai simpul kebangsaan. ”Ini yang saya sejak lama sangat mengapresiasi dan menghargai kiprah GP Ansor,” imbuh Jokowi.

GP Ansor, menurut Jokowi, telah teruji mampu menjadi perekat di tengah keragaman dan perbedaan, bahkan kehadiran Banser GP Ansor telah ikut memberikan rasa aman bagi semua anak bangsa dalam menjalin tali persaudaraan.

”Peran sejarah GP Ansor ini sangat relevan dengan kondisi negara yang majemuk, yang beragam dalam suku, agama, dan juga budaya. Keragaman dan perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan sebuah kekuatan yang kalau disatukan akan membuat negara dan bangsa kita menjadi negara maju yang berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia,” tuturnya.

Dalam kehidupan demokrasi, kata Jokowi, perbedaan dalam kemajemukan pasti sebuah keniscayaan. Kepala Negara juga menyampaikan bahwa sistem demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan untuk menyatakan pendapat.

Namun, Jokowi menyampaikan bahwa ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan kemudian merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar.

”Karena itu, saya berharap seluruh kader GP Ansor meneladani sikap terpuji yang diambil para ulama untuk selalu Tawassuth, Tawazun, I’tidal, Tasamuh tanpa menghilangkan semangat Amar Ma’ruf, Nahi Munkar,” pungkas Jokowi.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Komisi XI Imbau Himbara Perkuat Sektor UMKM

Read Next

Jokowi Ajak GP Ansor Promosi Produk Dalam Negeri