30 May 2024, 07:37

Jangan Sampai Demokrasi Pilkada Pemalang Menjadi Tidak Menyenangkan!

ilustrasi kepemimpinan

daulat.co – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Pemalang diharapkan berjalan dengan kondusif, meski sudah ada keputusan diundur pelaksanaannya. Dari jadwal awal diselenggarakan pada tanggal 23 September 2020, diundur ke tanggal 9 Desember 2020.

Pengunduran jadwal penyelenggaraan Pemilukada Pemalang Tahun 2020 ini sejalan dengan pandemi Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung. Dengan ada keputusan tersebut, diharapkan memunculkan ruang bagi bakal calon mengajukan diri melalui kendaraan partai politik (parpol).

Berlaku demikian (parpol), karena untuk calon dari jalur independen sudah tertutup. Sesuai jadwal tahapan, pendaftaran jalur perseorangan atau independen dibuka pada 19 Februari 2020 hingga 23 Februari 2020. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak ada calon yang mendaftarkan diri.

Sesuai jadwal yang ditentukan ini pula, sekaligus menutup peluang beberapa nama calon dari jalur perseorangan yang disebut-sebut akan maju dalam perhelatan demokrasi di wilayah yang mengusung slogan ‘Pemalang Pusere Jawa’.

Tentu tidak lucu jika tertutupnya ruang calon jalur independen menjadikan Pemilukada Pemalang 2020 sepi. Karena selama ini yang sudah dipastikan maju baru pasangan Agus Sukoco – Eko Priyono.

Belakangan, partai diluar pengusung dan pendukung pasangan Agus-Eko, mulai bergerak. Ada nama dr Aziz – Mansur Hidayat (AMAN). Berikut Agung Mukti Wibowo dan Iskandar Ali Syahbana. Namun prosesnya tengah berjalan.

Warga Pemalang tentu tidak mengharapkan Pemilukada hanya memunculkan satu pasangan calon. Sebab dengannya, hajat demokrasi lima tahunan menjadi tidak ada kemeriahan, tidak ada kontestasi, tidak ada adu ide dan gagasan dan tidak ada jual-beli program calon melalui diskusi.

Dalam bahasa sederhana, jika pasangan calon yang muncul hanya satu, maka demokrasi di Pemalang: tidak menyenangkan!

Dengan waktu tersisa ke depan, sambil berharap ada kabar gembira mengenai calon lawan tanding Agus-Eko, warga diajak tetap kritis. Siapapun calonnya yang nantinya dipastikan maju dalam kontestasi harus diberi masukan bersama-sama.

Diuji komitmennya dalam membangun Pemalang lima tahun ke depan. Bahkan jika memungkinkan, dikritik, dihujat dan didemo sekalipun. Berlaku demikian agar warga Pemalang tahu, dan memang berhak tahu, siapa calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang ke depan.

Demikian disampaikan Politisi Golkar Pemalang, Ujiyanto MR, dalam perbincangannya dengan daulat.co baru-baru ini.

(Sumitro)

Read Previous

Jaksa Akan Buktikan Aliran TPPU Preskom PT TRAM Heru Hidayat ke Judi Kasino

Read Next

Sekretaris Fatayat NU Pemalang Luncurkan Single Lagu Corona