25 June 2022, 21:02

Jalan Pada Bodol! AMPERA Tagih Janji Bupati Agung Saat Kampanye Pilkada

daulat.co – Kerusakan jalan di berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang membuat warga resah. Mereka menagih janji Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo yang disampaikan pada masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dengan menyambangi Pendopo Pemkab Pemalang.

Dikantor Bupati Pemalang itu, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (AMPERA) mengingatkan janji-janji Bupati Agung untuk merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan.

“Jalan hingga kini kondisinya jauh lebih memprihatinkan, Pemalang darurat jalan bodol!,” tegas Koordinator AMPERA, jar Andi Rustono, saat memimpin aksi, Senin (23/4/2022).

Ia mengungkapkan, jalan rusak di Kabupaten Pemalang saat ini terdata 357,96 kilometer dimana 186,89 kilometer dalam kondisi rusak berat, 171,07 kilometer dalam kondisi rusak sedang dan ringan.

Untuk tahun ini, diperkirakan 85 kilometer jalan rusak dalam kondisi berat, sedang dan ringan akan dilakukan perbaikan. Anggaran untuk perbaikan sebesar Rp. 75 miliar bersumber dari APBD Pemalang, Bantuan Provinsi dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Jika jalan rusak saat ini sepanjang 357,96 kilometer, yang diperbaiki 85 kilometer, apa mungkin hingga tahun 2024 berakhirnya masa jabatan Agung – Mansyur jalan di Kabupaten akan mulus seperti yang dijanjikan?,” kata Andi Rustono.

Menurutnya, jalan rusak ini harus secepatnya dilakukan perbaikan karena sudah sangat membahayakan bagi pengguna jalan serta menghambat perekonomian masyarakat.

“Kerusakan jalan yang semakin meluas saat ini dan tidak kunjung diperbaiki tak hanya menghambat aktivitas dan perekonomian warga, tapi juga seringkali menimbulkan korban akibat kecelakaan yang terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas andi.

Pemkab Pemalang sendiri melalui Dinas Pekerjaan Umum sebenarnya telah melakukan beberapa perbaikan di beberapa ruas jalan melalui dana Pokir maupun usulan DPU-TR Kabupaten Pemalang. Sayang, perbaikan itu masih dianggap parsial oleh masyarajat.

“Perbaikan yang saat ini dan akan dilakukan oleh pemerintahan Agung – Mansyur masih bersiap parsial. Rakyat tidak sedang memprovokasi, jalan rusak adalah fakta bukan rekayasa,” kata Andi.

Berikut sejumlah tuntutan yang disampaikan AMPERA kepada Pemkab Pemalang:

1. Segera perbaiki infrastruktur jalan dan infrastruktur pertanian yang rusak dengan menjadikan persoalan ini menjadi Prioritas Kebijakan pemerintahan Agung – Mansyur.

2. Bupati beserta jajaran Pemerintah Daerah juga DPRD Pemalang melakukan penghematan anggaran dengan menghentikan kegiatan-kegiatan ke luar kota yang tidak bermanfaat secara langsung untuk masyarakat.

3. Mukti Agung Wibowo dan Masyur Hidayat memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi. Kenapa dan mengapa sampai saat ini tidak ada kejelasan untuk membayar lunas janji politiknya saat kampanye Pilkada lalu untuk memuluskan jalan-jalan di Kabupaten Pemalang.

4. Jika aspirasi ini tidak mendapat respon dan kejelasan terkait kapan dan bagaimana perbaikan jalan akan dilakukan, maka kami akan menempuh jalur hukum dengan melakukan Gugatan ke Pengadilan Negeri melalui mekanisme Citizen Law Suit atau Gugatan Perdata bagi warga negara yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah.

Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pemalang selaku tergugat nantinya, kami anggap tidak bertanggung jawab terhadap akses publik yakni jalan, padahal warga memiliki hak untuk menikmati dan menggunakan fasilitas umum dengan baik dan layak.

Oleh karena itu, ada potensi pelanggaran hukum yang tertuang pada Pasal 16 Ayat 3 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Jo Pasal 58 Ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan.

(Abimanyu)

Read Previous

 Antisipasi Wabah PMK, Dinas Pertanian Pemalang Buka Posko Pengaduan

Read Next

Eks Pejabat ESDM Sri Utami Dituntut 4 Tahun 3 Bulan Penjara