23 June 2021, 19:29

Jaksa Tuntut Pembobol Kas BNI Rp 1,2 Triliun Maria Lumowa 20 Tahun Bui

Pauline Maria Lumowa

daulat.co – Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung menuntut terdakwa Maria Pauline Lumowa dengan hukuman 20 tahun pidana penjara. Pembobol kas BNI cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu juga dituntut membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa meyakini, Maria memperkaya diri sebesar Rp 1,2 triliun terkait pengajuan pencairan berupa letter of credit (LC) dengan melampirkan dokumen ekspor fiktif BNI 46 cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Jaksa, Maria terbukti melakukan perbuatan merugikan negara kasus ini sebesar Rp 1,2 triliun. Perbuatannya diyakini memperkaya diri karena beberapa uang LC kredit masuk ke rekening peibadinya dan rekening perusahaan miliknya yang dinilai sebagai rekening fiktif.

Atas perbuatannya, Maria dituntut melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu melanggar Pasal 3 ayat 1 huruf a UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang tindak pencegahan dan pemberantasan TPPU.

“Jaksa penuntut umum menuntut majelis hakim yang mengadili perkara memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara berlanjut melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap jaksa Sumidi saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (10/5/2021).

Tak hanya itu, Maria juga dituntut membayar uang pengganti senilai Rp 185 miliar. Apabila tidak dibayarkan, maka diganti dengan kurungan penjara selama 10 tahun.

“Membayar uang pengganti Rp 185.822.422.331,43 jika tidak membayar uang pengganti paling lama sesudah putusan yang peroleh hukum tetap maka harta bendanya disita jaksa dan dilelang untuk emnutup uang pengganti. Dalam hal terpidana tak punya harta maka diganti pidana 10 tahun,” ujar Jaksa Sumidi.

Dalam menjatuhkan tuntutan, Jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, Maria yang sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Agung selama 17 tahun ini dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berlaku sopan selama persidangan, aset perusahaan milik terdakwa dibawah Gramindo Group dan PT. Sagared Team telah dilakukan penyitaan,” terang Jaksa Sumidi.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Patok Harga Rp 10 Juta Hingga Rp 150 Juta

Read Next

Sidang Bansos Juliari, Sadapan KPK Ungkap Nama Ketua dan Wakil Komisi VIII