28 October 2020, 12:50

Jaksa Pinangki Gunakan Suap dari Joko Tjandra untuk Perawatan Kecantikan di AS

daulat.co – Jaksa Pinangki Sirna Malasari didakwa melakukan pencucian uang. Setidaknya Pinangki melakukan pencucian uang hampir US$450 ribu.

“Maka jumlah keseluruhan uang yang digunakan oleh terdakwa adalah sebesar USD 444.900 atau setara Rp 6.219.380.900 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut,” kata Jaksa saat membacakan surat dakwaan Pinangki, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Uang tersebut merupakan suap yang diterima Pinangki dari terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra. Suap senilai USD 450 Ribu itu dimaksudkan agar Pinangki mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi. Atas perbuatannya, Pinangki didakwa melanggar Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahui atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1. Dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaannya yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi,” ujar jaksa.

Pinangki membelanjakan uang tersebut untuk perawatan kecantikan di Amerika Serikat, sewa apartemen di Amerika Serikat, hingga membeli mobil BMW X5.

Dalam dakwaan, jaksa menyebut Pinangki pada periode 2019-2020 melakukan pencucian uang dengan cara menukarkan uang US$337.600 money changer atau senilai Rp 4,7 miliar. Dia juga meminta suaminya AKBP Napitupulu Yogi Yusuf juga menukarkan mata uang US$10.000 atau senilai Rp 147,1 juta lewat anak buahnya.

“Nilai total keseluruhan penukaran mata uang yang dilakukan terdakwa pada periode 27 November 2019 sampai dengan 7 Juli 2020 adalah sebesar USD 337.600 menjadi mata uang rupiah sebesar Rp 4.753.829.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut,” terang jaksa.

Pada periode November 2019 hingga Juli 2020, Pimangki membelanjakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Tercatat, Pinangki membelanjakan uang haram sebesar Rp 419,4 juta untuk Pembayaran dokter kecantikan di Amerika Serikat yang bernama dokter Adam R Kohler. Dia juga membayar dokter home care atas nama dr Olivia Santoso terkait perawatan kesehatan dan kecantikan serta rapid test sebesar Rp 176,8 juta.

Desember 2019, Pinangki membayarkan sewa apartemen di Amerika Serikat senilai Rp 412,7 juta. Transaksi itu melalui setor tunai lewat dari rekening BCA milik Pinangki.

Pinangki juga menggunakan uang untuk membayar Sewa Apartemen Darmawangsa Essence senilai US$38.400 atau setara Rp 525,2 juta. Tak hanya itu, Pinangki juga membayar sewa apartemen The Pakubuwono Signature dari Februari 2020-Februari 2021 sebesar US$68.900 atau setara Rp 940,2 juta.

Pinangki juga menggunakan uang itu untuk melakukan pembayaran kartu kredit senilai Rp 467 juta, Rp 185 juta, Rp 483,5 juta, Rp 950 juta di berbagai bank pada periode November 2019 hingga Juli 2020. Selain itu, Pinangki
membeli 1 unit BMW X5 senilai Rp 1.753.836.050 dengan cara tunai dalam beberapa tahap.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pilkada Tetap Digelar, Komisi IX Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan Rakyat

Read Next

Menhan Siap Bekerja Mendukung Food Estate