19 June 2024, 16:58

Jadi Tersangka TPPU, KPK: Direktur PT Tabi Bangun Papua Lakukan Pencucian Uang

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP), Rijatono Lakka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) bersama-sama Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe. Kini, Rijatono dijerat sebagai tersangka TPPU.

Rijatono sebelumnya dijerat atas dugaan memberikan hadiah atau janji senilai Rp 35,4 miliar kepada Lukas Enembe. Atas perkara itu, Rijatono saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Saat ini telah menemukan dugaan tindak pidana lain sehingga saat ini KPK telah kembali menetapkan RL (Rijatono Lakka) sebagai tersangka dugaan TPPU Bersama-sama dengan LE (Lukas Enembe) selaku Gubernur Papua periode 2018 sampai dengan 2023,” ucap Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (14/4/2023).

Sebelumnya KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka TPPU. Di mana, penyidik KPK menemukan bukti yang cukup dari kasus awal yang menjerat Lukas yakni dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

Pun demikian, tak dirinci dugaan pencucian uang Rijatono Lakka bersama-sama Lukas. Yang jelas, penetapan tersangka TPPU kepada keduanya adalah upaya KPK dalam rangka mengoptimalkan mengembalikan aset negara yang telah dikorupsi atau asset recovery.

“Tim penyidik masih terus menelusuri lebih lanjut terhadap seluruh asset-aset yang terkait dengan perkara ini. Perkembangan akan disampaikan berikutnya,” ujar Ali.

Diketahui, Rijatono Lakka sebelumnya didakwa telah memberikan suap dan gratifikasi sejumlah Rp 35,4 miliar kepada Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.
Rijatono didakwa Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP atau Pasal 13 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun suap itu diberikan Rijatono Lakka dalam bentuk uang tunai dan pembangunan atau perbaikan aset milik Lukas Enembe.
Suap itu diberikan agar Lukas Enembe mengupayakan sejumlah perusahaan Rijatono memperoleh proyek di Pemprov Papua. Rijatono pun mendapat sejumlah proyek di Pemprov Papua pada 2018 hingga 2021. Total, ada 12 proyek yang didapat oleh Rijatono dengan nilai kontrak Rp 110.46.553.936 (Rp 110,4 miliar).

(Rangga)

Read Previous

Serap Aspirasi Masyarakat, Legislator Nilai Purwakarta Kekurangan Guru PNS

Read Next

Komisi X: Penyebab Literasi Rendah Adalah Bermain ‘Gadget’