23 May 2024, 16:08

Jadi Tersangka Suap Proyek, Bupati Banggai Laut Reaktif Covid-19

virus corona - ist

virus corona – ist

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun 2020. Salah satunya Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo.

Sementara lima orang lainnya, yakni Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny sekaligus Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group; Hengky Thiono, Direktur PT Raja Muda Indonesia; Hedy Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada; Djufri  Katili, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri; serta Andreas Hongkiriwang, Direktur PT Andronika Putra Delta.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan pihaknya melalui gelar perkara setelah memeriksa 16 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Banggai Laut, Luwuk dan Jakarta pada Kamis (3/12/2020).

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang atau jasa di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulteng Tahun Anggaran 2020. KPK menetapkan enam orang tersangka,” ucap Nawawi Pomolango.

Diduga Wenny melalui Recky dan Hengky Thiono telah menerima suap setidaknya sebesar Rp 1 miliar dari sejumlah rekanan Pemkab Banggai Laut. Diduga pemberian uang itu merupakan bagian dari commitment fee agar sejumlah kontraktor mendapatkan proyek pada dinas PUPR di Kabupaten Banggai Laut tahun anggaran 2020.

Wenny diduga menerima suap sebesar Rp 200 juta hingga Rp 500 juga dari sejumlah kontraktor, termasuk Hedy Thiono, Djufri  Katili, dan Andreas Hongkiriwang. Penerimaan uang itu atas pengkondisian pelelangan sejumlah paket pekerjaan di Dinas PUPR.

“Sejak September sampai dengan November 2020, telah terkumpul uang sejumlah lebih dari Rp 1 miliar yang dikemas di dalam kardus yang disimpan di rumah Hengky Thiono,” ungkap Nawawi.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wenny, Recky dan Hengky dijerat dengan Disangkakan  melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Hedy Thiono, Djufri  Katili, dan Andreas Hongkiriwang yang diduga pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain memgamankan 16 orang, KPK dalam operasi tangkap tangan ini mengamankan sejumlah barang. Diantaranya uang senilai sekitar Rp 2 miliar yang dikemas dalam kardus, buku tabungan, bonggol cek, dan beberapa dokumen proyek.

“Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan sejumlah uang dengan jumlah total sekitar Rp 2 miliar yang dikemas dalam kardus. Di samping itu, ditemukan buku tabungan, bonggol cek, dan beberapa dokumen proyek,” ujar Nawawi.

Sejumlah pihak yang ditangkap dibawa ke Jakarta. Namun, Wenny, Recky Suhartono Godiman dan Hengky tidak turut dibawa ke Jakarta lantaran dinyatakan reaktif Covid-19. Keputusan ini diambil KPK lantaran berdasar tes cepat atau rapid test. Saat ini, ketiganya sedang menjalani isolasi mandiri sebagai bagian protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

“Dilakukan isolasi mandiri karena terindikasi reaktif Covid-19,” kata Nawawi.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga mengamini jika Wenny dan dua tersangka lainnya dinyatakan reaktif Covid-19. Sehingga, mereka tidak turut dibawa ke Jakarta.

“Iya (reaktif Covid-19), sehingga belum bisa dibawa ke Jakarta karena pesawat tidak menerima,” tutur Ghufron.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Memacu Kreativitas Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media PowerPoint

Read Next

Bupati Banggai Laut Ditahan dan Jalani Isolasi Mandiri di Rutan Polres Banggai