25 June 2022, 21:17

Jadi Tersangka Suap DID, Eks Bupati Tabanan dan Dosen Udayana Dijebloskan ke Bui

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan dana insentif daerah (DID) di Tabanan, Bali pada 2018. Salah satunya mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan dana insentif daerah (DID) di Tabanan, Bali pada 2018. Salah satunya mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti

daulat.co – KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan dana insentif daerah (DID) di Tabanan, Bali pada 2018. Ketiga tersangka itu mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti (NPEW); dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Udayana, I Dewa Nyoman Wiratmaja (IDNW); dan mantan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Fisik II pada Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu tahun 2017, Rifa Surya (RS).

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan pada Oktober 2021,” ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2022).

Dalam konstruksi perkara diterangkan, pada Agustus 2018, Eka mengajukan permohonan dana DID dari pemerintah pusat senilai Rp 65 miliar. Untuk menyelesaikan proses administrasi pengadaan DID itu, Eka meminta bantuan Wiratmaja.

“Untuk merealisasikan keinginannya tersebut, tersangka NPEW memerintahkan tersangka IDNW menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi permohonan pengajuan dana DID dimaksud dan menemui serta berkomunikasi dengan beberapa pihak yang dapat memuluskan usulan tersebut,” ujar dia.

Wiratmaja dalam proses pengajuan ini menemui mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan Rifa Surya yang memiliki kewenangan untuk memproses permintaan DID Tabanan pada 2018. Kemudian, Yaya dan Rifa meminta Wiratmaja sejumlah uang dengan sebutan ‘dana adat istiadat agar permintaan DID di Tabanan dimuluskan.

KPK menduga Yaya dan Rifa meminta 2,5 persen dari dana DID yang diterima Kabupaten Tabanan. Selanjutnya diduga dilakukan penyerahan uang di salah satu hotel di Jakarta pada sekitar Agustus sampai Desember 2017.

“Pemberian uang oleh tersangka Ni Putu Eka Wiryastuti melalui tersangka I Dewa Nyoman Wiratmaja diduga sejumlah Rp 600 juta dan USD55.300,” ungkap Lili.

Atas perbuatannya, Eka dan Wiratmaja disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sedangkan, Rifa disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Usai diumumkan sebagai tersangka, Eka dan Wiratmaja langsung ditahan selama 20 hari pertama. Adapun Rifa Surya belum ditahan. Eka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya dan Wiratmaja ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.

“Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada para tersangka masing-masing selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 Maret 2022 sampai dengan 12 April 2022,” tutur Lili.

Kasus dugaan suap pengurusan DID Kabupaten Tabanan yang menjerat Ni Putu Eka Wiryastuti ini merupakan pengembangan dari perkara Yaya Purnomo. Yaya sebelumnya telah divonis 6,5 tahun penjara karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam hal pengurusan DAK dan DID di sejumlah daerah.

“KPK sangat menyayangkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada Dana Insentif Daerah yang semestiya bisa digunakan untuk meningkatkan akselerasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Tabanan,” tandas Lili.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pengurus PMI Pemalang Resmi Dilantik, Dandim 0711/Pemalang Jabat Dewan Kehormatan

Read Next

Bismillah, Groundbreaking Perguruan Islam Rhoma Irama Digelar 26 Maret 2022