19 June 2024, 17:00

Jadi Tersangka Korupsi Lab Komputer, Eks Pejabat Kemenag Rugikan Negara 16 Miliar

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Undang Sumantri sebagai tersangka korupsi.

Undang Sumantri dijerat sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan Peralatan Laboratorium Komputer Untuk Madrasah Tsanawiyah dan Pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi untuk Jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pada
Ditjen Pendis Kemenag RI Tahun 2011.

Wakil Ketua KPK Laode Muhamaad Syarif dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019), menyatakan, tersangka USM diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan
UU 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikatakan Laode, kasus ini merupakan pengembangan perkara suap yang menjerat sejumlah pihak. Di antaranya mantan anggota DPR, Dzulkarnaen Djabar dan pengusaha Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.

“Setelah munculnya sejumlah fakta tentang dugaan keterlibatan pihak lain, KPK membuka penyelidikan baru. Kemudian KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ke penyidikan kasus tindak pidana korupsi,” terang Laode.

Kasus bermula ketika Kemenag RI, melakukan pengadaan peralatan laboratorium Komputer Madrasah Tsanawiyah Tahun 2011 dengan alokasi Rp 114 miliar. Adapun rinciannya yakni Peralatan Lab Komputer Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar Rp 40 miliar, Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi pada Jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rp 23,25 miliar, dan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi pada Jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebesar Rp 50,75 miliar.

“Tersangka USM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Ditjen Pendis Kemenag mendapat arahan agar untuk menentukan pemenang paket-paket pengadaan pada Dirjen Pendis tersebut, sekaligus diberikan ‘daftar pemilik pekerjaan’,” ujar Laode.

Pada Oktober 2011, Undang selaku PPK menandatangani dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Spesifikasi Teknis Laboratorium Komputer MTs yang diduga diberikan oleh PT. CGM yang ditawarkan paket pekerjaan tersebut. Setelah lelang diumumkan, PT CGM menghubungi rekanannya dan meminjam perusahaan untuk mengikuti lelang dengan kesepakatan “biaya peminjaman” perusahaan.

“Pada bulan November 2011 diduga terjadi pertemuan untuk menentukan pemenang dan segera mengumumkan PT. BKM sebagai pemenang,” kata Laode.

Atas pengumuman tersebut, sambung Laode, perusahaan-perusahaan lain yang menjadi peserta lelang tersebut menyampaikan sanggahan. Mengetahui adanya sanggahan tersebut, Undang langsung tandatangani kontrak bersama PT BKM. Penamdatanganan itu dilakukan setelah Undang bertemu dengan pihak pemenang lelang.

“Pada Desember 2011 dilakukan pembayaran atas Peralatan Laboratorium Komputer MTs Tahun Anggaran 2011 sejumlah Rp 27,9 Miliar. Dugaan kerugian keuangan negara setidaknya Rp 12 miliar,” ucap Laode.

Adapun dugaan kerugian negara terkait pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi MTs dan Madrasah Aliyah (MA) sekitar Rp 4 miliar. Jika ditotal, dugaan kerugian negara atas perbuatan Undang mencapai 16 miliar.

KPK juga mengidentifikasi dugaan aliran dana pada sejumlah politisi dan penyelenggara negara terkait pengadaan Peralatan Lab Komputer untuk Madrasah Tsanawiyah, pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi Mts dan Madrasah Aliyah. Total dugaan aliran dana sekitar Rp 10,2 miliar.

“Rp 5,04 miliar terkait pengadaan Peralatan Laboratorium Komputer Untuk Madrasah Tsanawiyah.
Rp 5,2 miliar dalam pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah,” kata Laode.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kepada APPI, Menpora Ingin Pemain Tingkatkan Bahasa Asing

Read Next

Perpindahan Ibukota Negara Bagian dari Percepatan Transformasi Ekonomi