20 May 2024, 21:54

Interpol Terbitkan Red Notice Buron Harun Masiku

Red Notice Interpol

daulat.co – National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia telah menerbitkan red notice atas nama Harun Masiku. Mantan caleg PDIP itu merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih Tahun 2019-2024 yang sudah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Januari 2020.

“Informasi terbaru yang kami terima bahwa pihak Interpol benar sudah menerbitkan red notice atasnama DPO (Daftar Pencarian Orang) Harun Masiku,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Dikatakan Ali, pihaknya terus bekerja dan serius berupaya mencari dan menangkap Harun Masiku yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO KPK dalam perkara korupsi pergantian antarwaktu anggota DPR.

Upaya pelacakan juga terus dilakukan KPK dengan menggandeng kerja sama para pihak, Bareskrim Polri, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, serta NCB Interpol.

KPK pun mengimbau seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun Masiku, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk segera menyampaikan informasinya kepada KPK, Polri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), ataupun NCB Interpol.

“KPK berharap bisa segera menangkap DPO Harun Masiku,” ujar Ali.

Kasus tersebut juga menjerat mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina sebagai tersangka.

Wahyu dan Agustiani terbukti menerima uang dari Harun. Tujuan penerimaan uang tersebut agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Dapil Sumatera Selatan 1, yakni Riezky Aprilia kepada Harun.

Wahyu telah dieksekusi ke Lapas Kelas I Kedungpane Semarang untuk menjalani pidana penjara selama 7 tahun. Sementara Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Bamsoet Dorong Kemenkes Optimalkan Pemberian Vaksin Booster Untuk Nakes

Read Next

Segera Evaluasi Penanganan Covid-19 di Daerah Untuk Menekan Angka Kematian