23 June 2021, 18:56

Ini yang Didalami Penyidik KPK dari Azis Syamsuddin

Plt Jubir KPK, Ali Fikri

Plt Jubir KPK, Ali Fikri

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah hal saat memeriksa Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, Rabu (9/6/2021). Politikus Golkar itu diperiksa sebagai saksi dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dkk,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).

Ali mengatakan, tim penyidik dalam pemeriksaan mengonfirmasi awal mula perkenalan Azis dengan mantan penyidik lembaga antikorupsi, Stepanus Robin Pattuju.

Selain itu, penyidik mengonfirmasi dugaan Azis memfasilitasi pertemuan antara Robin dan Wali Kota (Walkot) nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial di rumah dinas Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Diduga pertemuan itu membahas penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang menyeret Syahrial.

“Tim Penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dengan awal perkenalan saksi dengan tersangka SRP dan dugaan memfasilitasi oleh saksi untuk dilakukannya pertemuan dirumah dinas jabatan Wakil Ketua DPR, antara tersangka SRP dengan tersangka MS,” kata Ali.

Lebih lanjut dikatakan Ali, keterangan Azis dalam pemeriksaan hari ini telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Keterangan materi pemeriksaan akan disampaikan di depan persidangan Tipikor,” terang Ali.

Dalam kasus ini, KPK menduga Stepanus bersama seorang pengacara Maskur Husain bersepakat dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial terkait proses penanganan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai agar tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang Rp 1,5 miliar.

Kemudian, Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia/swasta atau teman dari Stepanus serta secara tunai dengan total mencapai Rp 1,3 miliar. Dari uang yang telah diterima oleh Stepanus dari Syahrial, kemudian diberikan kepada Maskur sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Stepanus dari Oktober 2020 sampai April 2021 diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank milik Riefka sebesar Rp 438 juta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Penuhi Panggilan KPK, Azis Syamsuddin Senyum Lalu Masuk Fortuner Usai Diperiksa

Read Next

KPK Endus Dugaan Suap Pemeriksaan Pajak Bank Panin