22 January 2022, 16:19

Ini Petunjuk KPK untuk Dalami Aliran Suap Bupati PPU ke Demokrat

Bupati Penajam Pasir Utara Abdul Gafur Mas’ud - ist

Bupati Penajam Pasir Utara Abdul Gafur Mas’ud – ist

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami aliran suap yang diduga diterima Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud. Pun termasuk dugaan aliran ke Partai Demokrat tempat Abdul Gafur bernaung.

“Itu nanti akan didalami di proses penyidikan,” ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022) malam.

Bukan tanpa alasan dugaan aliran suap tersebut bakal didalami lembaga antikorupsi.  Pertama, lantaran Abdul Gafur Mas’ud merupakan salah seorang calon ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur. Diketahui, saat ini di Kalimantan Timur sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat.

“Kita semua tahu bahwa kepala daerah itu semua terafiliasi dengan partai. Kebetulan AGM ini juga dari Partai Demokrat. Dan betul tadi yang disampaikan di sana sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur, salah satu calonnya adalah AGM,” ujar Alex, sapaan Alexander Marwata.

Selain itu, keberadaan Abdul Gafur di Jakarta  juga tak luput dari perhatian KPK. Sebelumnya, Abdul Gafur bersama sejumlah pihak, termasuk Bendahara Umum DPC Partai Demokrat (PD) Balikpapan Nur Afifah Balqis ditangkap Tim Satgas KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta.

Dikatakan Alex, pihaknya sejauh ini belum mendapatkan informasi adanya aliran dana ke partai politik. Namun, ditegaskan Alex, peristiwa-peristiwa tersebut akan menjadi petunjuk guna pendalaman lebih lanjut dalam proses penyidikan.

“Tentu simpul-simpul tadi dikaitkan tadi dikaitkan dengan pemilihan DPD atau di Jakarta yang bersangkutan juga bersama dengan bendahara partai ya ini kan menjadi petunjuk tentu nanti akan di lihat di proses penyidikan. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan informasi tersebut,” ucap Alex.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022. Selain Abdul Gafur, lembaga antikorupsi juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka kasus tersebut.

Kelima tersangka lain itu yakni, pihak swasta Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi; Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyadi (MI); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro (EH); Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman (JM); dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB).

Abdul Gafur dan kawan-kawan dijerat lantaran diduga menerima suap dari Achmad Zuhdi. Abdul Gafur, Mulyadi, Edi, Jusman, dan Nur selaku pihak yang diduga penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara Achmad Zuhdi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun penetapan tersangka itu hasil gelar perkara dan pemeriksaan intensif pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Kaltim pada Rabu (12/1/2022). Dalam OTT itu, lembaga antikorupsi mengamankan 11 orang dan uang Rp 1 miliar, rekening bank dengan saldo Rp 447 juta, serta sejumlah barang belanjaan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Bendum DPC Demokrat Balikpapan Diduga Penampung Suap Bupati Abdul Gafur

Read Next

Dijebloskan ke Bui, Bupati Abdul Gafur: Semoga Masyarakat PPU Tetap Semangat