23 May 2024, 22:47

Ini Kata Jubir Kemenag Soal Larangan Warung Makan Buka di Bulan Puasa di Kota Santri Serang

Juru Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman

Juru Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman

daulat.co – Juru Bicara Kementerian Agama (Jubir Kemenag) Abdul Rochman mengatakan kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Bulan Suci Ramadan 2021 sangat berlebihan.

Dalam keterangannya kepada wartawan baru-baru ini, ia menilai larangan tersebut  membatasi akses sosial masyarakat dalam bekerja atau berusaha, apalagi keberadaan rumah makan di siang hari juga dibutuhkan bagi umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa.

“Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan,” tegas Adung, sapaan akrabnya, yang juga Staf Khusus Menteri Agama.

Dia menegaskan larangan berjualan yang tertuang dalam kebijakan tersebut diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia terutama bagi orang atau umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa Ramadan, aktivitas pekerjaan jual beli, dan berusaha.

Secara hukum, Himbauan Bersama tersebut juga bertentangan dengan peraturan di atasnya. Yaitu, bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Karena itu ia berharap kebijakan Pemerintah Kota Serang, ditinjau ulang.

“Semua pihak harus mengedepankan sikap saling menghormati. Bagi mereka yang tidak berpuasa, diharapkan juga bisa menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, mereka yang berpuasa agar bisa menahan diri dan tetap bersabar dalam menjalani ibadah puasanya,” ucapnya.

Pemerintah Kota Serang diketahui melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan. Hal ini tertuang dalam Himbauan Bersama Nomor 451.13/335-Kesra/2021. Kebijakan ini menimbulkan protes masyarakat karena dianggap melanggar HAM.

(M Nurrohman)

Read Previous

Mengaku Nabi, Jozeph Paul Zhang Melukai Umat Islam

Read Next

Guru Besar Sebut Rapor Menteri Nadiem Sudah Merah Sejak 100 Hari Pertama, Kini Kinerja Kemendikbud Tambah Jelek