21 May 2024, 23:52

Ini Harta Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

daulat.co – Presiden Joko Widodo mendampuk Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI. Laksamana Yudo akan menggantikan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022.

Laksamana Yudo diketahui memiliki harta kekayaan senilai Rp 17.970.088.086 atau Rp 17,97 miliar. Dari jumlah itu, harta Yudo terbanyak berupa tanah dan bangunan disejumlah wilayah dengan total Rp 10.450.959.000.

Hal itu dimerujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Yudo pada Maret 2022 untuk tahun periodik 2021. Menilik dari laman elhkpn.kpk.go.id pada Selasa (29/11/2022), tercatat 51 aset tanah dan bangunan yang dilaporkan itu tersebar di wilayah Sorong, Sidoarjo, Surabaya, Bekasi, Bogor, Madiun, Tangerang dan Cirebon.

Selain tanah dan bangunan, Yudo tercatat melaporkan kas dan setara kas senilai Rp 5.524.129.086. Kemudian harta bergerak lainnya yang dilaporkan senilai Rp 365.000.000.

Yudo juga melaporkan harta berupa alat transportasi senilai Rp 1.630.000.000. Harta yang dilaporkan itu berupa motor Honda tahun 2010, Rp 10 juta; mobil Toyota Fortuner tahun 2010, Rp 300 juta dan mobil Mitsubishi Pajero Sport tahun 2010, Rp 310 juta; motor Honda tahun 2013, Rp 10 juta dan mobil Toyota Alphard tahun 2021, Rp 1 miliar. Jika ditotal, seluruh harta yang dilaporkan Yudo senilai Rp 17.970.088.086.

“Total Harta Kekayaan Rp. 17.970.088.086,” tulis LHKPN Yudo Margono Periodik 2021 yang dilaporkan 22 Maret 2022.

Diketahui, berdasarkan surat presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (28/11/2022), Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon Panglima TNI, menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022. Selanjutnya, Yudo akan segera mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR.

(Rangga)

Read Previous

KPK Dalami Pertemuan Pengacara Lukas Enembe dengan Sejumlah Saksi

Read Next

Mantan Napi Korupsi Dilarang Nyaleg Hingga 5 Tahun Usai Keluar Penjara