24 May 2024, 02:20

Idrus Marham dan Bowo Sidik Pangarso Mulai Jalani Hukuman di Lapas

daulat.co – Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan mantan anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso mulai menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Hal itu telah inkracht atau berkekuatan hukum tetap kasus yang menjerat Idrus dan Bowo.

Idrus diketahui mulai menjalani hukuman di Lapas Klas I Cipinang. Sedangkan Bowo menjalani hukuman di Lapas Klas I Tangerang. Eksekusi dua terpidana kasus berbeda itu dilakukan Rabu (18/12/2019).

“Telah dilaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Bowo Sidik Pangarso di lapas klas 1 Tangerang,” ucap Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi.

“Telah dilaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Idrus Marham di lapas klas 1 Cipinang terkait kasus suap PLTU Riau-1,” ujar Yuyuk.

Idrus Marham diketahui dijerat perkara suap terkait proyek PLTU Riau-1. Mahkamah Agung (MA) sebelumnya mengabulkan kasasi yang diajukan Idrus. Majelis Hakim Agung sepakat mengurangi hukuman Idrus menjadi 2 tahun penjara dari sebelumnya hukuman 5 tahun penjara di tingkat banding.

Majelis Hakim Kasasi menilai Idrus Marham lebih tepat diterapkan dengan Pasal 11 Undang-Undang Tipikor. Pasalnya Idrus dianggap telah menggunakan pengaruh kekuasaannya sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar saat itu untuk membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih agar tetap mendapat perhatian dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1.

Sementara Bowo Sidik Pangarso dijerat perkara suap dan gratifikasi. Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Bowo Sidik Pangarso.

Majelis Hakim selain itu juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik terhadap Bowo untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun setelah menjalani pidana pokok.

Majelis Hakim menyatakan Bowo Sidik terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap menerima suap sebesar USD 163.733 dan Rp 311,02 juta dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono dan General Manager Komersial PT HTK Asty Winasty.

Majelis hakim juga menyatakan Bowo terbukti menerima Rp 300 juta dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera, Lamidi Jimat. Suap itu terkait bantuan mendapatkan proyek penyediaan BBM dan penagihan piutang PT Djakarta Llyod senilai Rp 2 miliar.

Tak hanya itu, Bowo juga terbukti menerima gratifikasi SGD 700 ribu dan Rp 600 juta dari sejumlah sumber dengan nilai yang bervariasi. Gratifikasi itu berlangsung sejak 2016 saat Bowo menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII dan anggota Badan Anggaran DPR (Banggar).

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Resmikan TPA Manggar Balikpapan

Read Next

Presiden Jokowi Puji TPA Manggar Balikpapan