23 June 2021, 19:42

Ibu Menkeu, Jangan Tambah Beban Rakyat Dengan Menaikkan Pajak Sembako

daulat.co – Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Willy Aditya, mengkritik rencana pemerintah sebagaimana tertuang dalam RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) untuk menaikkan PPN dari 10 persen menjadi 12 persen menuai kritik dan panen hujatan.

Dalam RUU KUP itu, mengatur perluasan pengenaan PPN untuk sembako, jasa sekolah, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa tenaga kerja dan beberapa bentuk jasa lainnya.

“Fraksi NasDem menolak rencana usulan Menkeu soal kenaikan tarif pajak itu. Kami akan perjuangkan ini jika rencana demikian benar-benar diusulkan ke DPR, dari awal kami tegaskan itu,” kata Willy kepada wartawan, Jumat 11 Juni 2021.

Ia menekankan, masih ada cara yang dapat dilakukan untuk menggenjot penerimaan negara, ketimbang menaikan tarif pajak. Apalagi, harga komoditas di internasional sudah mulai membaik.

“Penerimaan dari sisi pabean juga menunjukan trend positif. Jadi pilihan menaikan tarif itu pilihan potong kompas semata,” ujarnya Anggota Baleg DPR RI ini.

Perbaikan regulasi yang menjadi penopang untuk menaikan pendapatan dari pajak menurutnya perlu dilakukan. Namun regulasi yang dimaksud bukan menaikan tarif pajak. Melainkan regulasi untuk menaikan kepatuhan wajib pajak, kemudahan pemungutan dan laporan pajak, serta kecepatan pembayaran oleh para wajib pajak.

“Perbaikan regulasi itu untuk menaikan kepatuhan dan kemudahan menunaikan pajak. Sangat tidak bijak menaikan tarif pajak di saat masyarakat sedang berjuang keras untuk mempertahankan sumber dan nilai pendapatannya. Nilai pendapatan makin berkurang jika dibarengi naiknya tarif pajak. Ini justru akan mengurangi belanja masyarakat”

Willy menambahkan, Kemenkeu perlu mengkaji lebih matang sumber-sumber pendapatan negara untuk pembiayaan APBN tanpa harus menaikan tarif pajak. Dari sisi produksi nasional, Kemenkeu juga diminta untuk mencari jalan agar terus dapat dipacu. Neraca perdagangan luar negeri harus terus didorong untuk menghasilkan surplus.

“Menkeu duduk dan kerja sama lah dengan kementerian lain sehingga bisa juga meraup pendapatan dari upaya mendorong surplus perdagangan luar negeri dan usaha lainnya,” katanya.

Willy berpesan ke Menkeu Sri Mulyani untuk memikirkan hal yang lebih strategis dan kreatif mengupayakan pendapatan negara. Sehingga tidak menambah beban masyarakat di masa sulit ini.

“Jangan naikan tarif pajak yang membebani masyarakat banyak yang justru menjadi basis dukungan bagi pemerintah,” pungkasnya. (Sastro)

Read Previous

Jokowi Kunker ke Purbalingga Tinjau Bandara Soedirman

Read Next

Jokowi: Bandara Soedirman Beri Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi di Jateng