29 May 2024, 12:38

Hutannya Masih Perawan, Mendagri Dorong Pembangunan Inklusif Berbasis Lingkungan di Kaltara

M Tito Karnavian

M Tito Karnavian

daulat.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pembangunan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dilakukan inklusif dan berbasis lingkungan. Bukan hanya menjadikan aspek pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya tujuan pencapaian, namun juga harus berbasis lingkungan.

“Saya mohon betul pembangunan yang dilakukan di Kaltara, sesuai dengan tema, berbasis inklusif dan berbasis lingkungan,” kata Mendagri pada Musrenbang dalam rangka Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2022 yang digelar secara virtual, Selasa (13/4/2021).

Mendagri menyatakan, pembangunan yang inklusif dan berbasis lingkungan sangat penting dilakukan, terlebih Propinsi Kalimantan Utara termasuk salah satu daerah yang hutannya masih perawan. Perlu dijaga jangan sampai terjadinya perusakan lingkungan, seperti penambangan dan pembalakan.

“Kaltara termasuk daerah hutan perawan, jangan sampai terjadi perusakan, kerusakan lingkungan yang masif, yang tidak terencana dengan baik, dipotong dibangun, penggundulan hutan besar-besaran untuk tambang, untuk logging, untuk pertanian monokultur, tapi menafikan aspek lingkungan yang sekian tahun mendatang terjadi bencana, banjir, dan lain-lain,” pinta Tito.

Mendagri juga mengingatkan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk tetap memperhatikan dan menjaga tata kelola lingkungan. Ditekankan demikian sebab beberapa daerah sudah too late, perlu melakukan reboisasi dan kembali realokasi tata ruang. Padahal kegiatan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Tolong jangan meninggalkan legacy, untuk pemerintahan berikut dan anak cucu, yang tidak baik,” ucap Mendagri.

Tito menggarisbawahi, Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara, aspek ekonomi dan kesehatan harus dibangun secara beriringan. Dan, tidak kalah penting, keduanya harus dijalankan secara inklusi dengan melibatkan masyarakat secara terbuka.

“Nah yang inklusif ini maksudnya adalah untuk semua rakyat, terbuka untuk semua orang, bukan eksklusif. Nah untuk pertumbuhan inklusif ini, maka di antaranya adalah membuat sumber daya yang ada, usaha-usaha yang ada dengan melibatkan masyarakat,” pungkasnya.

(Sumitro)

Read Previous

WNA Divaksin, DPR: Kami Ucapkan Terimakasih Atas Perhatian Pemerintah Cina

Read Next

Andreas Pareira Tidak Melihat Urgensi & Relevansi Mereshuffle Nadiem Makarim