24 June 2024, 17:01

Hukuman Romahurmuziy Berkurang, KPK Ajukan Kasasi

M Romahurmuziy

daulat.co – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan mengurangi hukuman mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy menjadi setahun pidana penjara terkait perkara jual beli jabatan di Kemanterian Agama. Atas putusan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan Kasasi.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, Kasasi itu telah didaftarkan Jaksa Penuntut KPK ke Mahkamah Agung (MA) pada Senin (27/4/2020) kemarin. Menurut Ali Fikri, Kasasi ini diajukan lantaran KPK menilai Majelis Hakim Tingkat Banding tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya dalam menjatuhkan putusan terhadap Romy.

Itu terlihat dalam pertimbangan Mejelis Banding yang menyatakan adanya penerimaan sejumlah uang yang tidak dipertanggungjawabkan kepada Romy selaku terdakwa. “Padahal jelas-jelas uang tersebut telah berpindah tangan dan beralih dalam penguasaan Terdakwa,” ucap Ali Fikri dalam keterangan pers, Selasa (28/4/2020).

Tak hanya itu, Majelis Hakim Tingkat Banding juga tidak memberikan pertimbangan hukum yang jelas dalam menolak keberatan Jaksa. Hal ini terkait hukuman tambahan kepada Romy berupa pencabutan hak politik. Majelis Hakim PT DKI juga tidak memberikan pertimbangan yang cukup terkait penjatuhan pidana kepada Terdakwa yang terlalu rendah.

“Majelis Hakim Tingkat Banding tidak memberikan pertimbangan yang cukup terkait penjatuhan pidana kepada Terdakwa yang terlalu rendah,” ujar dia.

Kewenangan penahanan Romy dengan pengajuan Kasasi ini beralih ke MA. Hal ini sesuai dengan Pasal 253 ayat (4) KUHAP.

“(Aturan itu) menyebutkan bahwa, Wewenang untuk menentukan penahanan beralih ke Mahkamah Agung sejak diajukannya permohonan kasasi,” tutur Ali.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya menerima banding Rommy dengan mengurangi hukumannya menjadi 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Pada tingkat pertama, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Rommy karena terbukti menerima suap sebesar Rp 255 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta Rommy dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan, ditambah pembayaran kewajiban sebesar Rp 46,4 juta subsider 1 tahun penjara. Jaksa KPK juga menuntut pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Rumah Semi Permanen Ludes Dilalap Si Jago Merah di Belik

Read Next

Capai 76 Ribu, Ini Data Pemudik di Pemalang