1 December 2021, 11:13

Hasil Periksa Ulang, Pajak Bank Panin 2016 Disebut Kurang Bayar Rp 1,3 Triliun

Ditjen Pajak

Ditjen Pajak

daulat.co – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak disebut melakukan penghitungan ulang pajak Bank PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin) tahun 2016. Hasil perhitung ulang, pajak Bank Panin disebut mencapai Rp 1,3 triliun.

Demikian terungkap saat Staf pajak Bank Panin, Hendi Purnawan bersaksi dalam sidang kasus suap pajak dengan terdakwa dua mantan pejabat Ditjen Pajak, yaitu Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Dikatakan Hendi, penghitungan ulang pajak itu dilakukan setelah dugaan suap pengurusan pajak yang melibatkan Bank Panin diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dugaan suap pengurusan pajak salah satu perusahaan itu menyeret Angin dan Dadan jadi pesakitan.

“(Pemeriksaan ulang) dari Dirjen Pajak. Iya (pemeriksaan ulang Pajak Bank Panin) setelah ada kasus ini,” ucap Hendi saat bersaksi.

“Totalnya sama denda 1,3 Triliun,” ungkap Hendi.

Menurut Hendi, Bank Panin keberatan atas temuan tersebut. “Kami (Bank Panin) tidak setuju,” tutur dia.

Angin Prayitno Aji didakwa bersama-sama mantan Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, menerima uang suap Rp 15 miliar dan SGD 4 juta atau senilai Rp 57 miliar. Uang itu berasal dari pengurusan pajak sejumlah perusahaan, termasuk salah satunya Bank Panin.

Dalam surat dakwaan Angin dan Dadan, disebutkan bahwa Bank Panin kurang bayar pajak sejumlah Rp 926,263 miliar. Angka Rp926 miliar itu berdasarkan penghitungan tim pemeriksa pajak setelah menerima sejumlah dokumen dari PT Panin Bank berupa General Ledger, perhitungan bunga, dan perhitungan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP).

Terkait temuan Rp 926,263 miliar itu, Bank Panin kemudian menunjuk Veronika Lindawati yang merupakan orang kepercayaan pemilik Bank Panin, Mu’min Ali Gunawan.

Menurut jaksa, Veronika, menemui tim pemeriksa pajak dan melakukan negosiasi serta meminta agar kewajiban pajak bank tersebut menjadi hanya Rp 303.615.632.843. Dalam negosisasi itu, dijanjikan commitment fee Rp 25 miliar. Namun dari janji tersebut, dugaan suap yang terrealisasi sebesar Rp 5 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Diguyur Hujan Lebat, Ratusan Rumah di Tiga Desa di Pemalang Terendam Banjir

Read Next

Pemkab Pemalang Rotasi Beberapa Pimpinan SKPD