24 June 2024, 17:49

Hakim Tunda Sidang Perdana Gubernur Papua Nonaktif Lukas Enembe

daulat.co – Sidang perdana perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe Senin (12/6/2023) terpaksa ditunda. Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum KPK ditunda lantaran Lukas Enembe sakit.

“Sidang telah selesai dan akan dilanjutkan kembali pada hari senin tanggal 19 juni 2023. Sodara kembali lagi ke tahanan dan jaga kesehatan. Demikian, saya nyatakan selesai,” ucap Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sebelum diputuskan ditunda, Lukas melalui salah satu kuasa hukumnya menyatakan sakit sehingga tidak dapat menjalani sidang perdana. Dalam sidang perdana ini, Lukas sedianya dihadirkan online dari kantor KPK. Namun, Lukas disebut-sebut ‘ngambek’ lantaran menjalani sidang secara online dan tak diperbolehkan hadir di pengadilan Tipikor Jakarta.

Untuk sidang selanjutnya Lukas menyatakan kesiapannya. Namun, Lukas meminta dihadirkan secara langsung di PN Tipikor Jakarta.

“Sekarang engga bisa, besok bisa,” ujar Lukas Enembe.

“Dia bisa ikut sidang berikutnya secara offline,” kata salah satu pengacara Lukas, Petrus Bala Pattyona menimpali.

Terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Lukas tak mau keluar rumah tahanan pada hari ini, Senin, 12 Juni.
Namun, Ali tak merinci alasan apa yang membuat Lukas tak mau keluar.

“Informasi yang kami terima terdakwa Lukas Enembe tidak mau keluar Rutan,” ucap Ali.

Lukas Enembe sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur yang bersumber dari APBD pada September 2022.

KPK awalnya menemukan bukti aliran suap Rp 1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka. Namun, dalam persidangan Rijatono Lakka yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, terungkap jumlah suap yang diberikan kepada Lukas Enembe mencapai Rp 35.429.555.850 atau Rp 35,4 miliar.

Dari pengembangan kasus itu, KPK kemudian menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK sejauh ini telah menyita sejumlah aset terkait perkara Lukas Enembe dalam berbagai bentuk dengan nilai total lebih dari Rp 200 miliar.

(Rangga)

Read Previous

Hasil Klarifikasi LHKPN Pj Bupati Bombana Bisa Berujung Penindakan KPK

Read Next

KPK Duga Karyawati Bank Mandiri Orang Dekat Sekertaris MA Hasbi Terima Uang