14 June 2024, 00:48

Hadapi Dampak Corona, Ayo Ciptakan Suasana Aman & Beraktivitas Produktif

Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr Lahargo Kembaren Sp KJ - dok BNPB

Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr Lahargo Kembaren Sp KJ – dok BNPB

daulat.co – Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr Lahargo Kembaren Sp KJ mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental. Hal ini untuk memelihara kesehatan mental saat kondisi pandemi COVID – 19 terjadi.

Ia memberikan beberapa tips saat melakukan konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, dilansir BNPB, Jumat (1/5). Pertama, membatasi informasi yang berlebihan. Informasi terkait dengan COVID – 19 yang belum diketahui kebenaran dapat memicu kecemasan.

“Kita dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” terang Lahargo.

Kedua, memilah informasi yang diperoleh. Masyarakat sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber terpercaya dan melakukan pencegahan atau penanganan yang dianjurkan.

Membaca berita dari sumber yang keliru dapat menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga ini akan berdampak pada kesehatan jiwa. Masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif, seperti menghindari merokok, mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

“Apabila merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat,” ucap Lahargo.

Untuk kesehatan jiwa, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan seperti relaksasi dengan menarik napas dalam. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia sendiri memberikan layanan swaperiksa masalah psikologis secara online.

Langkah tersebut dapat diakses masyarakat dengan mengakses laman www.pdskji.org. Pada layanan tersebut, sekitar 1.522 pengakses memanfaatkan layanan sejauh ini. Tiga masalah psikologis yang ditemui yakni kondisi cemas, depresi dan trauma psikologis.

Dari jumlah pengakses layanan menunjukkan 63% dari mereka mengalami kecemasan dan 66% depresi. Ia berpesan terhadap kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkup keluarga. Lahargo menyarankan kelompok umur ini untuk selalu terhubung dengan teman maupun saudara.

“Ciptakan suasana aman dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang produktif,” ucap Lahargo.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Tambah 433 Orang, Pasien Positif Terpapar Corona Jadi 10.551 Orang

Read Next

Johan Rosihan Dorong Pemerintah Beri Perhatian Spesifik ke Buruh Tani