20 May 2024, 22:11

Gus Nusron Sebut Bisnis Perdagangan Berjangka Laiknya Industri di Tengah Hutan, Tanpa Ketegasan Regulator

Nusron Wahid

Nusron Wahid

daulat.co – Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mengaku dirinya kerap mendapatkan telepon maupun pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dari para marketing maupun sales pialang berjangka. Ia mempertanyakan lemahnya consumer protection atau perlindungan konsumen dalam jenis perdagangan bursa komoditi.

“Industri ini kayak industri di tengah hutan, kayak tidak ada aturan main, ketegasan dan wibawa dari regulator maupun pengawas. Semua orang ditelpon tanpa ada sopan santun,” kata Gus Nusron, sapaan akrabnya- dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dengan Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardhana, Selasa 29 Juni 2021.

“Bahkan tidak jarang saya bilang bagaimana anda menawarkan saya sementara saya adalah pejabat dari Bappebti. Kadang-kadang si sales tak tahu itu apa, masih saya ditawari juga. Nah ini menjadi PR (pekerjaan rumah), saya yakin semua orang mengalami hal yang sama,” sambung dia dalam rapat yang dilakukan secara virtual itu.

Politisi Golkar itu menekankan, bursa komoditi menjadi industri di tengah hutan lantaran tidak memiliki aturan main, ketegasan serta wibawa dari regulator maupun pengawas. Imbasnya, banyak investor yang kemudian dirugikan lantaran tidak tahu cara main dan tiba-tiba uangnya menghilang. Mereka tidak tahu cara mengadu dan bagaimana proses penanganannya.

“Kalau di bank atau OJK ada satu direktorat khusus bahkan komisioner khusus yang menangani masalah EPK, edukasi dan perlindungan konsumen. Jadi mereka yang ikut khusus menangani bagaimana mengedukasi akan masyarakat tentang masalah keuangan, baik itu asuransi, pasar modal, maupun perbankan, termasuk juga di dalamnya bagaimana penanganan masalah. Saya melihat di Bappebti itu yang lemah di situ, tidak ada EPK,” kata dia.

Gus Nusron melanjutkan, saat ini sudah ada sekitar 26 berkas pengaduan yang diterima. Mereka sebetulnya sudah mengadu ke Bappebti. Hanya saja tak ada proses clearing house atau tindak lanjut. Karena itu ia mempertanyakan bagaimana proses penanganan masalah dalam rangka perlindungan konsumen, supaya investor itu merasa nyaman.

“Jadi kalau ada masalah antara pialang berjangka dan investor itu ada yang menangani dan ada yang mengadili dan uangnya itu lebih terjamin,” ucapnya.

Terakhir, Gus Nurson juga mempertanyakan sejauh mana proses edukasi yang diberikan Bappebti selaku regulator kepada masyarakat agar tidak terjadi pembodohan oleh para marketing atau sales di industri bursa komoditi.

“Kadang-kadang dengan mengandalkan kecantikan dan kemerduan suara, banyak yanng menjadi korban. Ini sudah masuk ke kampung-kampung karena mengandalkan kemerduan suara dan kecantikan. Ini berbahaya,” pungkasnya. (Sastro)

Read Previous

Pemkab Pemalang Batalkan Rencana Pendidikan Tatap Muka

Read Next

Edhy Prabowo: Tidak Ada Niat dari Hidup Saya untuk Korupsi