24 May 2024, 01:24

Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Segera Duduk di Kursi Pesakitan PN Tipikor

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

daulat.co – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif  Nurdin Abdullah (NA) dan Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) tak lama lagi bakal duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri pada Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Hal tersebut menyusul telah rampungnya proses penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjerat keduanya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Tim Penyidik telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Tim JPU atau tahap II pada Kamis (24/6/2021). Selanjutnya, kata Ali, Tim JPU memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan.

“Kemudian segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor untuk diperiksa, diadili dan diputus oleh majelis hakim,” ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Dengan pelimpahan berkas ini, penahanan kedua tersangka itu menjadi tanggung jawab tim JPU selama 20 hari. Nurdin akan ditahan di tahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Edy yang merupakan orang kepercayaan Nurdin akan ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

“Penahanan keduanya dilanjutkan oleh Tim JPU, masing-masing selama 20 hari dimulai 24 Juni 2021 sampai dengan 13 Juli 2021,” kata Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021

Ketiganya yakni, Nurdin Abdullah; Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat; dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

KPK menduga Nurdin menerima uang dengan total Rp 5,4 miliar. Nurdin juga diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung. Tak hanya itu, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dari beberapa kontraktor dengan total sebesar Rp 3,4 miliar.

Dalam konstruksi perkara, Agung disebut mengerjakan proyek peningkatan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp28,9 miliar, pembangunan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp 15,7 miliar.

Kemudian, pembangunan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan (APBD provinsi) dengan nilai Rp 19 miliar, pembangunan jalan, pedestrian, dan penerangan Jalan Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp 20,8 miliar.

Selain itu, rehabilitasi Jalan Parkiran 1 dan pembangunan Jalan Parkiran 2 Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp 7,1 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Haedar Nashir: Covid-19 Meningkat, Taatilah Ketentuan PPKM Mikro

Read Next

Transformasi Ekonomi Indonesia Dapat Apresiasi Dari Bank Dunia