23 May 2024, 23:29

Gitar Isi Ratusan Juta Hingga Karaoke Raia Terungkap Dalam Rekonstruksi Suap Bansos Covid-19

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

daulat.co – Sejumlah fakta terungkap melalui rekonstruksi atau reka ulang kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang digelar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK lama atau Gedung ACLC (Anti-Corruption Learning Center), Senin (1/2/2021). Mulai dari menyiapkan sebuah gitar berisi uang dugaan suap hingga ‘happy-happy’ di Karaoke Raia, SCBD, Jakarta Selatan.

Dalam rekonstruksi adegan ke-13 terungkap tersangka beneficial owner PT Mandala Hamonangan Sude, Harry Sidabuke menyiapkan sebuah gitar berisi uang sebagai pembayaran suap tahap delapan. Uang Rp 150 juta itu disiapkan di Boscha Cafe pada Agustus 2020.

Pada bulan yang sama, Harry kembali bertemu dengan saksi Sanjaya di ruang sekretariat lantai 5 Gedung Kementerian Sosial. Di lokasi itu, Harry menyiapkan uang Rp 200 juta untuk pemberian suap tahap kesembilan. Sayangnya, pihak penerima suap pada adegan delapan dan sembilan itu tak dirinci penyidik.

Dalam rekonstruksi ini terungkap pertemuan antara  tersangka Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial di Karaoke Raia pada Oktober 2020 dengan Harry. Di tempat hiburan tersebut, keduanya menghabiskan uang Rp 50 juta. Harry menyangkal uang itu merupakan suap. Dia mengklaim uang Rp 50 juta itu untuk ‘hiburan’ di karaoke tersebut.

“Saya enggak mungkin menyerahkan di bawah Rp 100 juta,” ujar Harry.

Pada bulan yang sama, Harry kembali bertemu dengan Matheus di lantai 5 Gedung Kementerian Sosial. Saat itu  Harry menyerahkan Rp 200 juta ke Matheus sebagai pembayaran suap tahap kesepuluh.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka penerima suap terkait pengadaan barang dan jasa berupa bantuan sosial (bansos) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain Juliari Batubara, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya. Empat tersangka itu yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan proyek bantuan sosial (Bansos) COVID-19 di Kemensos .

Kemudian, dua tersangka pemberi suap yakni, Ardian Iskandar Maddanatja alias Ardian Maddanatja yang merupakan Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama atau PT Tigapilar Agro Utama (TPAU/TAU) dengan akronim TIGRA. Kedua, Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat periode 2017-2020 sekaligus advokat, Harry Van Sidabukke.

KPK menduga, mantan Mensos asal PDIP itu bersama Adi dan Matheus menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. Diduga pemberian uang secara bertahap.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Politikus PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Suap Bansos Covid-19 Lewat Operator

Read Next

Terungkap Politikus PDIP Ihsan Yunus Temui Pejabat Kemensos