22 June 2024, 04:54

Gerindra Jadi Pemecah Suara di Pilkada Pemalang?

daulat.co – Manuver DPC Partai Gerindra jelang Pilkada Pemalang Tahun 2020 jadi sorotan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari keputusan awal mendukung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Agus Sukoco – Eko Priyono, namun di detik-detik akhir pendaftaran berbelok arah mendukung bakal paslon Mukti Agung Wibowo – Mansur Hidayat.

Saat ramai isu mengenai Gerindra ‘membelot’ dan berbelok arah ke Agung – Mansur, muncul juga isu jika Gerindra akan kembali berbelok arah mendukung pasangan lain, yakni Iskandar Ali Syahbana – Ahmad Agus Wardana.

Pernyataan bakal calon Bupati Iskandar Ali Syahbana pada Sabtu 5 September 2020, sehari sebelum pendaftaran Agung – Mansur, mempertegas isu tersebut. Di sela konsolidasi yang digelar di salah atau hotel di Pemalang, Iskandar masih membangun komunikasi dengan Gerindra.

“Politik ini sangat dinamis, bisa berubah setiap saat. Sejauh ini kita masih membangun komunikasi dengan Gerindra dan selama janur kuning belum melengkung apapun bisa terjadi,” kata Iskandar.

Pernyataan itu disampaikan ‘hanya’ beberapa jam sebelum Iskandar – Awe mendaftarkan diri ke KPU Pemalang sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Tahun 2020.

Tidak jauh dari Iskandar menyampaikan pernyataan tersebut, Gerindra dan PPP juga menggelar konsolidasi. Hanya beberapa meter, dalam satu atap, koordinasi dilaksanakan secara berbarengan di salah satu hotel di Pemalang.

Sekedar diketahui, Iskandar – Awe yang diusung PKB dan PKS mendaftarkan diri ke KPU pada Sabtu 5 September 2020. Sementara Agung – Mansur yang akhirnya benar-benar diusung Gerindra dan PPP mendaftar pada Minggu 6 September 2020.

Manuver Gerindra ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, kemana sebenarnya arah Gerindra dalam Pilkada Pemalang 2020? Namun, Rama selaku Ketua DPC Gerindra Pemalang menepis anggapan banyak orang. Termasuk isu mengenai arah politiknya sengaja untuk memecah suara dan memenangkan pasangan Agus – Eko.

“Tidak benar, Gerindra itu sejak awal kami sampaikan mengenai kebijakan partai bersifat top down, apapun keputusan DPP (Gerindra) sudah mempertimbangkan banyak hal dan kami dibawah siap melaksanakan,” kata Rama.

Kepada daulat.co, Selasa 8 September 2020, Rama menyatakan jika keputusan pusat sudah diambil, maka DPC harus mengawal dan melaksanakannya dengan baik. Begitu rekomendasi turun ke Agung – Mansur, DPC Gerindra menindaklanjutinya dengan menggelar rapat bersama unsur pimpinan ditingkat kabupaten dan mengundang seluruh pengurus tingkat kecamatan.

“Keputusan sudah diambil, kami langsung mengadakan rapat dan kader harus melaksanakan. Solid, satu suara, mensukseskan pemenangan Agung – Mansur,” jelas Rama.

Sebagai bentuk keseriusan DPC Gerindra mensukseskan pemenangan Agung – Mansur, ia menyatakan tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi ringan hingga berat kepada kader Gerindra yang tidak patuh dan tidak melaksanakan titah partai. Sanksi diberikan melalui mekanisme yang ada di Partai Gerindra.

Dengan target perolehan suara hingga 60 persen, kader dan simpatisan Gerindra Pemalang sebagaimana disampaikan Rama, siap mengawal dengan bekerja keras memenangkan kontestasi pilkada untuk selanjutnya melaksanakan amanah masyarakat akan perubahan di Pemalang menjadi lebih baik.

(Sumitro)

Read Previous

Kampanye Jaga Jarak dari 7 September – 6 Oktober 2020

Read Next

Verifikasi Ijazah Bakal Calon, KPU Pemalang Buka Aduan & Tanggapan Masyarakat