10 April 2021, 18:37

Geledah Sejumlah Tempat, KPK Amankan Rp 3,5 M Terkait Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin

Penyidik KPK

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) TA 2020-2021 yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah.

Uang yang diamankan itu terdiri dari Rp 1,4 miliar, USD10 ribu atau setara Rp 142.483.000 (kurs Rp 14.280), dan SGD190 ribu atau setara Rp 2.031.822.000 (kurs Rp 10.693).

“Setelah dilakukan perhitungan, dari penggeledahan dimaksud ditemukan uang rupiah sekitar Rp 1,4 miliar dan uang mata uang asing sebesar USD10.000 dan SGD190.000,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (4/3/2021).

Dikatakan Ali, uang dengan total sekitar Rp 3,5 miliar itu diamankan dari penggeledahan di empat lokasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (1/3/2021) dan Selasa (2/3/2021). Keempat lokasi yang digeledah masing-masing kediaman pribadi dan rumah dinas Nurdin Abdullah, rumah dinas Sekdis PUTR Sulsel, dan Kantor Dinas PUTR Sulsel.

Selanjutnya, kata Ali, uang tersebut kemudian akan dianalisa oleh penyidik guna kepentingan penyitaan sebagai barang bukti perkara. “Berikutnya terhadap uang tersebut akan diverifikasi dan dianalisa mengenai keterkaitannya dengan perkara ini sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” kata Ali.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka kasus ini. Selain Nurdin Abdullah, dua orang yang dijerat yakni, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

KPK menduga Nurdin menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 3,4 miliar. Namun, KPK belum membeberkan siapa-siapa saja pihak pemberi gratifikasi tersebut.

Atas dugaan itu, Nurdin dan Edy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Diyakini Suap Pinangki dan 2 Jenderal Polisi, Djoko Tjandra Dituntut 4 Tahun Bui

Read Next

Seleksi Belajar ke Timur Tengah Dibuka April 2021, Ini Tiga Syarat Utama Yang Harus Dipenuhi