23 May 2024, 17:22

Geledah Kediaman Calon Besan Bamsoet, KPK Sita Dokumen Transaksi Keuangan

Penyidik KPK

daulat.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen transaksi keuangan yang diduga terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 atau suap ekspor benur lobster.

Penyidik juga mengamankan dokumen terkait ekspor benih lobster serta bukti-bukti elektronik lainnya.

“Adapun barang yang ditemukan dan diamankan diantaranya yaitu dokumen terkait ekspor benih lobster, dokumen transaksi keuangan yang diduga terkait dengan dugaan pemberian suap dan bukti-bukti elektronik lainnya,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (2/12/2020).

Bukti-bukti itu ditemukan dan diamankan saat tim penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito pada Selasa (1/12/2020). Di hari yang sama  tim juga menggekedah kantor dan gudang milik lelaki yang dikabarkan calon besan Ketua MPR Bambang Soesatyo itu.

Selama proses penggeledahan di tempat-tempat tersebut tim juga di dampingi pihak-pihak yang berada di kediaman dan kantor PT DPP.

“Seluruh barang dan dokumen yang ditemukan dan diamankan selanjutnya akan di analisa dan kemudian segera dilakukan penyitaan,” ucap Ali.

KPK sebelumnya telah menggeledah di kantor KKP hingga kantor PT Aero Citra Kargo (ACK). Penggeledahan itu dilakukan lembaga antikorupsi seiring proses penyidikan dan pengembangan kasus dugaan suap itu.

Dalam perkembangannya, KPK mengungkap keterkaitan antara PT Aero Citra Kargo (ACK) dengan PT Perishable Logistic Indonesia (PT PLI). PLI yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman cargo port to port ditengarai berkongsi dengan PT Aero Citra Kargo sebagai forwarder dari eksportir benur ke negara-negara tujuan.

Keterkaitan PT PLI dengan ACK dalam kasus ini mengemuka setelah Oprasi Tangkap Tangan oleh Satgas KPK beberapa waktu lalu. Salah satu pihak yang diamankan lantaran diduga mengetahui praktik suap mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dengan chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP) Suharjito adalah pengendali PT PLI, Dipo Tjahjo Pranoto.

Namun, Dipo yang sebelumnya sempat menjabat direktur PT ACK dilepaskan dan hanya berstatus saksi.

PT ACK sendiri diduga memopoli bisnis kargo ekspor benur atas restu Edhy Prabowo dengan tarif Rp 1.800 per ekor. Pengendali PT ACK, Siswadhi telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Diduga upaya monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy selaku Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 14 Mei 2020.

Edhy menunjuk stafsusnya, Andreau Pribadi Misata sebagai KetuaPelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) dan Safri yang juga stafsusnya sebagai Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Penggunaan PT ACK sebagai satu-satunya perusahaan kargo ekspor benur membuat tarif ekspor semakin mahal.

Edhy Prabowo diduga memiliki saham di PT ACK melalui nominee atau pinjam nama Amri dan Ahmad Bahtiar. Kedua nama itu yang kemudian menerima uang sebesar Rp 9,8 miliar dari PT ACK yang diduga berasal dari sejumlah eksportir.

Salah satunya Chairman PT Dua Putra Perkasa, Suharjito yang telah menyandang status tersangka. Perusahaan Suharjito itu telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Dalam pengembangan kasus ini, KPK membuka peluang menjerat tersangka baru. Pun termasuk menjerat PT Aero Citra Kargo (ACK) sebagai tersangka korporasi.

Dalam kasus ini, KPK teleh menjerat tujuh tersangka. Yakni, Edhy; Suharjito; Staf khusus Menteri KKP Syafri, Andreu Pribadi Misanta; Pengurus PT ACK Siswadi; Staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dokter Olivia Ungkap Biaya Kecantikan dan Kesehatan Jaksa Pinangki Hingga Ratusan Juta

Read Next

Sambangi Balai Desa, Warga Wonokromo Pertanyakan Penghentian Kegiatan Rabat Beton