22 May 2024, 00:09

Geledah DPR, KPK Cari Bukti Kasus Suap Walkot Tanjungbalai Dkk di Tempat Azis Syamsuddin

Gedung MPR/DPR/DPD RI

Gedung MPR/DPR/DPD RI

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (29/4/2021) sore. Penyidik datang untuk melakukan penggeledahan.

Demikian dikatakan Plt Jubir KPK, Ali Fikri. Dikatakan Ali, penggeledahan terkait proses penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021 yang menjerat tersangka Stepanus Robin Pattuju  Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial.

“Benar, hari ini (28/4/2021) Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung DPR RI,” ucap Ali.

Berdasarkan informasi, tempat yang disasar penyidik adalah ruangan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Namun, Ali tak merinci tempat yang disasar penyidik.

“Saat ini kegiatan sedang berlangsung dan untuk perkembangan selengkapnya akan kami informasikan kembali,” ujar Ali.

Yang jelas, kata Ali, penggeledahan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan bukti-bukti terkait perkara tersebut. “Penggeladahan dilakukan tentu dalam rangka pengumpulan bukti2 terkait perkara dimaksud,” kata Ali.

Selain Robin yang merupakan penyidik KPK dan Syahrial, KPK juga menetapkan advokat Maskur Husain sebagai tersangka. Ketiganya dijerat atas dugaan  penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Dalam kasus ini, KPK menduga adanya keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Robin sebelumnya mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial di rumah dinas (rumdin) Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Pertemuan yang juga dihadiri Azis Syamsuddin itu berlangsung selama 30 menit. Dalam pertemuan itu, Syahrial bercerita soal permasalahannya kepada Robin.

“(Pertemuan) setengah jam. Ya dia (Syahrial) menceritakan masalah dia,” ungkap Robin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Sebagaimana diketahui, pertemuan antara Robin dan Syahrial terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Azis juga meminta agar Robin dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Disinggung soal dugaan keterlibatan Azis itu, Robin berkelit. “Ngga tahu, ngga tahu,” ujar Robin.

Pasca pertemuan di rumah Azis, Robin menindaklanjutinya dengan mengenalkan Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu permasalahannya.

Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Robin dan Markus dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, yang mana teman dari saudara Robin, dan juga Syahrial memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Pembukaan rekening bank oleh Robin dengan menggunakan nama Riefka dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur.

Setelah uang diterima, Robin kembali menegaskan kepada Maskur dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK.

Dari uang yang telah diterima oleh Robin dari Syahrial, lalu diberikan kepada Markus sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Markus juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia sebesar Rp 438 juta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Animo Tinggi, Seleksi Calon Mahasiswa Timteng 2021 Kementerian Agama Diikuti 5.752 Siswa

Read Next

Bocor Bocor! HaMu Fauzi Ajak Pelanggan Boikot PDAM Tirta Mulia