23 June 2021, 19:23

Fee Bansos Mengalir ke BPK, Saksi: Saya Berikan ke Orangnya Beliau

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co –  Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasih disebut turut kecipratan uang yang dikumpulkan dan berasal dari sejumlah vendor penggarap proyek pengadaan bansos sembako terkait penanganan Covid-19. Pemberian uang Rp 1 miliar untuk Achsanul melalui seseorang bernama Yonda.

Demikian diungkapkan Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso saat bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6/2021). Yonda diduga merupakan staf Achsanul.

“Saya berikan kepada orangnya beliau namanya Yonda pada bulan Juli, senilai Rp 1 miliar, (mata uang) dollar Amerika,” ungkap Matheus Joko saat bersaksi.

Menurut Matheus, penyerahan uang tersebut merupakan permintaan dari mantan kuasa pengguna anggaran (KPA) Adi Wahyono. “Saya diminta Pak Adi untuk menyerahkan. Saya serahkan langsung ke Yonda,” terang Matheus Joko.

Dalam persidangan, Majelis Hakim sempat mendalami sosok Achsanul. Majelis hakim mendalami Matheus mengenai sosok Achsanul Qosasih yang disebut menerima uang tersebut.

“Setahu saya dari BPK, yang mulia,” imbuh Matheus Joko.

“Uang apa yang saudara berikan ke Achsanul?,” tanya Hakim.

“Saya ambil dari uang pengumpulan biaya operasional,” jawab Matehus Joko.

Sebelum penyerahan uang Rp 1 miliar itu, kata Joko, pernah ada penyerahan uang Rp 100 juta pada bulan Juni untuk kepentingan BPK. Menurut Joko, uang itu diserahkan oleh Adi.

“Iya betul pak itu melalui pak Adi Wahyono. Saya serahkan ke Pak Adi Wahyono pak. Masih dari BPK juga tapi orangnya berbeda pak,” ujar Joko.

Joko mengaku tak mengetahui sosok yang menerima uang yang diserahkan oleh Adi. Yang jelas, kata Joko, penyerahan uang Rp 100 juta itu terjadi sebelum penyerahan uang Rp 1 miliar.

“Betul pak berbeda dari yang Rp 1 Miliar,” tutur Joko.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Saksi: Perintah Ganti Nomor dan HP Karena Ada Penyadapan Diketahui Juliari

Read Next

Mendagri Apresiasi Kolaborasi Dukcapil – BPS Wujudkan Satu Data Kependudukan