24 June 2024, 18:00

Erupsi Gunungapi Anak Krakatau

daulat.co – Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi dua kali pada 10 April 2020. Erupsi menghasilkan kolom berwarna kelabu tebal setinggi kl. 500 m dari atas puncak diikuti dengan erupsi menerus tipe strombolian.

“Tidak terdengar suara gemuruh atau dentuman akibat erupsi,” demikian informasi yang disampaikan situs vsi Kementerian ESDM, 11 April 2020.

“Kejadian erupsi pada 10 April 2020 pkl. 22:35 WIB, diduga akibat energi yang relatif tidak terlalu besar,”

Dari data analisis kegempaan dan deformasi Kementerian ESDM, bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Anak Krakatau masih berfluktuasi. Suplai fluida dari kedalaman juga masih terus terjadi.

Disampaikan jika erupsi pada 10 April 2020, material batuan pijar sudah terbawa ke permukaan dengan intensitas yang belum signifikan. Besaran ini jauh lebih kecil dibandingkan rangkaian erupsi pada periode Desember 2018 – Januari 2019.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental serta potensi bahaya G. Anak Krakatau selama Januari hingga 10 April 2020, tidak ada peningkatan ancaman. Tingkat aktivitas vulkanik Gunungapi Anak Krakatau masih tetap pada Level II (Waspada).

Kementerian ESDM merekomendasikan bagi masyarakat, pengunjung ataupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah/puncak Gunungapi Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau.

Ditekankan pula bahwa area wisata Pantai Carita, Anyer, Pandeglang dan sekitarnya, serta wilaya Lampung Selatan, masih aman dari ancaman bahaya aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. Demikian dilansir Kementerian ESDM melalui situs vsi.esdm.go.id.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Mualif: Kelulusan Siswa Ditentukan Rerata Rapot Lima Semester Terakhir

Read Next

Kades Hamid Ajak Warganya Cegah Masuknya Covid-19 ke Kertosari