1 December 2021, 10:47

Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Didakwa Terima Suap ’86’ Perkara

AKP Stepanus Robin Pattuju

AKP Stepanus Robin Pattuju

daulat.co – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri
Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima sejumlah uang terkait penanganan perkara di komisi antikorupsi. Uang yang diterima Robin dari sejumlah pihak berjumlah sekira
Rp 11 miliar dan 36 ribu dolar AS atau setara Rp 11,538 miliar.

Demikian terungkap saat jaksa KPK membacakan surat dakwaan Robin, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/9/2021). Perbuatan rasuah Robin dilakukan bersama-sama Maskur Husain yang notabennya seorang advokat.

“Terdakwa bersama Maskur Husain menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077.000 dan 36.000 dolar AS atau setidak-tidaknya sejumlah itu,” kata jaksa.

Untuk mata uang dolar AS, yaitu 36 ribu, bila dikurskan sekitar Rp 513.297.001. Jadi total uang yang diterima Robin dan Maskur Husain total sekitar Rp 11.538.374.001. Berikut rincian uang yang diterima Robin bersama dengan Maskur Husain:

1. Dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

2. Dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS.

3. Dari Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000.

4. Dari Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000.

5. Dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000.

Dikatakan Jaksa, suap yang diberikan ke Robin berkaitan dengan perkara yang dihadapi lima pemberi suap tersebut. Perbuatan Robin itu dibantu oleh Maskur Husain yang berprofesi sebagai pengacara.

Dalam penerimaan uang suap, Robin disebut membuat rekening bank atas nama Riefka Amalia yang merupakan adik dari teman wanita Robin. Penerimaan suap itu disebut terjadi sejak Juli 2020 hingga April 2021. Selain itu, Robin juga mencari lokasi safe house untuk melancarkan transaksi suapnya.

“Selain itu, Terdakwa juga mencari lokasi (safe house) guna tempat bertemu Terdakwa dengan Maskur Husain dan pihak lain untuk melakukan serah-terima uang,” ucap jaksa.

Atas perbuatannya, Robin didakwa melanggar Pasal Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Desak Menteri ESDM Dicopot, HMI Soroti 6 Perusahaan Tambang di Indonesia

Read Next

Penyidik Robin ke Bos PT Tenjo: Senin Tidak Dibayar, Bapak Tersangka