20 May 2024, 22:15

Eks Mensos Juliari Diduga Alirankan Uang Suap Bansos ke Politikus PDIP di Daerah

KPK

daulat.co – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara diduga memberikan sejumlah uang terkait pengadaan bansos Covid-19 ke sejumlah pihak. Diduga diantaranya ke sejumlah politikus PDIP di daerah.

Ihwal dugaan aliran dana itu didalami penyidik saat memeriksa Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir pada Kamis (25/2/2021) kemarin. Munawir yang merupakan politikus PDIP dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kendal itu diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap bansos yang salah satunya menjerat eks Mensos asal PDIP tersebut.

“Didalami pengetahuannya terkait adanya dugaan aliran sejumlah uang yang diberikan oleh tersangka JPB (Juliari P. Batubara),” ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri, Jumat (26/2/2021).

Dikatakan Ali, keterangan Munawir telah dituangkan di dalam berita acara penyidik (BAP). Keterangan tersebut akan dibeberkan di persidangan nanti.

“Dan akan kembali dikonfirmasi di depan persidangan yang terbuka untuk umum,” ujar Ali.

Pada hari Kamis kemarin, tim penyidik sedianya memeriksa Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. Namun, Ngesti meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang lantaran pada hari ini yang bersangkutan akan dilantik sebagai Bupati Semarang.

Kemarin, penyidik juga memeriksa mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR fraksi PDIP Ihsan Yunus. Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami keterangan Ihsan terkait pembagian jatah paket bantuan sosial di Kementerian Sosial (Kemensos) Tahun Anggaran 2020.

“Didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos TA 2020 dan dikonfirmasi pengetahuannya mengenai adanya dugaan pembagian jatah paket bansos di Kemensos TA 2020,” tutur Ali.

KPK selain itu juga mendalami proses penunjukkan vendor yang diduga telah diatur sejak awal. Hal ini dikonfirmasi dari Rizki Maulana dan Firmansyah selaku Anggota Tim Pengadaan Barang atau Jasa Bantuan Sosial Sembako dalam rangka penanganan Covid-19. Keduanya, lanjut Ali dikonfirmasi adanya dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka Matheis Joko Santoso ke beberapa pihak di Kemensos RI.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Mensos Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap. KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos. Diduga suap itu terkait pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Selaku penerima, Juliari, Adi dan Matheus dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, selaku pemberi, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Sesalkan Investasi Miras Dibuka, PPP: Mudhorotnya Lebih Besar Dari Kepentingan Profit

Read Next

Industri Miras Dibuka, Ini Kata Ketua Muhammadiyah